SATUMEDIA.ID – Masa kampanye telah dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan calon kepala daerah untuk melakukan sosialisasi, menyampaikan visi dan misi dengan tujuan utamanya adalah menaikan popularitas dan elektabilitas pasangan calon tersebut.
Secara umum dalam kampanyenya seluruh pasangan calon menggunakan strategi sentuh (touch strategic), yaitu melalui pendekatan yang dilakukan untuk lebih menyentuh langsung simpatisan pemilih atau konstituen dari hati ke hati.
Biasanya para calon atau tim suksesnya menggunakan metode 4S ( Senyum, Salam, Sapa dan Selfie). Selfie ini menjadi penting, terutama bagi calon yang populer ( berlatar belakang artis), karena banyak masyarakat yang ingin selfie. Dan hasilnya survei menunjukkan calon kepala daerah yang paling banyak selfie, linear dengan hasil surveinya yang juga tinggi.
Yang kedua dengan menggunakan strategi positioning, yaitu strategi pemasaran politik yang bertujuan untuk membedakan merek dari pasangan lainnya dan menciptakan tempat khusus di benak konstituen.
Strategi ini juga dikenal sebagai strategi positioning pasar atau merek. Yaitu Dilan, Berjamaah, Hade, Edun dan Mandiri. Strategi ini cukup ampuh, karena mudah diingat dan menjadi bahasa yg sudah lazim kita dengar.
Lembaga penelitian dari Ragaplasma Research, beberapa hari lalu mempublikasikan hasil survei di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk hasil survei di KBB. yang dimana Pasangan Hade dan Berjamaah mendapatkan elektabilitas paling tinggi dibandingkan pasangan yang lainnya. Itu menunjukkan hasil kerja-kerja pasangan calon, tim pemenangan dan relawan dalam mengimplementasikan strategi sentuh dan strategi positioning.
Hide strategi ini berbeda dengan strategi utama yang konvensional, strategi ini sifatnya silent dan tidak terlihat, tugasnya adalah mencari informasi yang sangat penting, strategis dan kondisional baik kedalam maupun keluar.
Dengan suara mengambang atau yang belum menentukan pilihan (swing vote) masih sekitar 12,5%. Sedangkan pemilih yang kemungkinan mengubah pilihan masih diatas 40 %. Padahal masa kampanye efektif hanya tinggal 16 hari, setiap tim pasangan calon harus sudah menyiapkan strategi lainnya, yang memungkinkan yaitu Hide strategi (strategi tersembunyi).
Dengan kondisi kemungkinan mengubah pilihan sangat besar, berdasarkan hasil survei terlihat akan menentukan pilihan disaat hari tenang sekitar 26% dan pada hari pencoblosan di kotak Suara sekitar 14%.
Ada pertanyaan ketika debat pertama selesai, apakah ada pergeseran suara pemilih ?
Kemungkinan itu sangat kecil, karena sosialisasi pelaksanaan debat sangat minim, jam tayang juga bukan di jam tayang utama. Yang nonton debat di televisi maupun streaming sebagian besar adalah tim sukses calon. Jadi pengaruhnya hanya memperkuat keyakinan tim suksesnya terhadap kemampuan calon Bupati dan wakil Bupatinya.
*Penulis Holid Nurjamil
Ketua Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan





