SATUMEDIA – Di antara kabupaten/kota Bandung Raya, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang paling banyak menarik minat orang untuk maju sebagai bakal calon bupatinya. Atribut dari para calon banyak bertebaran hingga ke pelosok desa.
Konon, sekitar 30 bakal calon bupati yang sudah gembar gembor akan ikut kontestasi Pilkada 2024. Bandingkan dengan daerah tetangga, seperti Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kota Bandung relatif lebih sedikit atribut dari para bakal calon kepala daerahnya.
Menurut Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Siddha mengatakan, Bandung Barat menjadi salah satu daerah yang seksi pada pesta demokrasi Pilkada 2024.
“Ini bisa dilihat dari banyaknya figur yang mulai mendaftarkan diri untuk menjadi Bacalon Bupati Bandung Barat ke sejumlah partai politik. Ada sekitar 30 figur ya, yang dari sekadar diisukan hingga benar-benar mendaftar ke partai politik,” kata Arlan saat dihubungi, Minggu (22/4/2024).
Itu menunjukkan, lanjut Arlan, KBB mas termasuk daerah yang seksi pada Pilkada 2024. Tercatat sejumlah figur ternama yang bakal meramaikan bursa calon kepala daerah.
Sebut saja, mantan Bupati Hengki Kurniawan, mantan Wakil Bupati Ernawan Natasaputra, mantan Wakil Bupati Yayat Soemitra, Ketua Komisi IV DPRD KBB Bagja Setiawan, Gunawan, Dansah, anggota DPRD Jabar Edi Rusyandi, mantan birokrat Asep Ilyas, Apung Hadiat Purwoko, Asep Ismail, anggota DPRD Jabar Aep Nurdin, Pamriadi, dan tentunya Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif.
Ia berpandangan, banyaknya kontestan Pilkada KBB 2024 merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, termasuk KBB. “Tak bisa dipungkiri KBB ini merupakan wilayah yang strategis yang seksi,” ucapnya.
Arlan menyebut, ada beberapa faktor yang membuat orang tertarik untuk maju di Pilkada KBB, yakni wilayahnya yang luas dan memiliki potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang besar.
“KBB juga mempunyai kultur pemilih yang cukup luar biasa beragam.
Kultur itu memudahkan orang untuk berhitung dan bisa percaya diri memenangkan pertarungan di setiap daerah,” sebutnya.
Hal lainnya yang menjadi magnet orang untuk maju di Pilkada KBB, lanjut Arlan, adalah memiliki keinginan untuk melakukan perbaikan di dalam pemerintahan.
“KBB itu luar biasa hebat, namun seperti kita tahu dua kepala daerah sebelumnya harus berurusan dengan hukum. Itulah yang mungkin membuat orang tertarik untuk mengembalikan citra KBB ke arah yang lebih baik,” tandasnya.*





