SATUMEDIA.ID – Polres Cimahi bersama Tim Dokter Bidokes Polda Jabar dan Rumah Sakit Sartika Asih melakukan ekshumasi makam Saprial (38), warga Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Selasa (14/1/2025) siang.
Saprial meninggal diduga setelah menjadi korban pengeroyokan. Pembongkaran atau
ekshumasiw yang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.
Proses ekshumasi dilakukan di TPU Mbah Cikur, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara. Berdasarkan pantauan, ekhumasi dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh Tim Dokter Bidokes Polda Jabar dan Rumah Sakit Sartika Asih.
Ekshumasi dihadiri pihak keluarga korban. Lokasi makam yang berada di dekat perkampungan menarik perhatian warga setempat yang juga ikut menyaksikan proses pembongkaran.
Lokasi ekshumasi ditutup dengan terpal berwarna biru. Diketahui, jasad Saprial sudah dimakamkan sejak 21 hari lalu. Sebelum dilakukan pembongkaran, sayup-sayup terdengar orang sedang berdoa di kuburan mendiang Saprial.
“Ekshumasi dilakukan untuk mendapatkan keterangan dari ahli. Mengingat laporan awal ada dugaan penganiayaan ,” kata KBO Reskrim Polres Cimahi Iptu Sugeng Subagio didampingi Kepala Seksi Humas Iptu Gofur Sungkat di lokasi pemakaman.
Ia menerangkan, pihak kepolisian dari Polres Cimahi menerima laporan dugaan penganiayaan dari keluarga korban pada 25 Desember 2024. Namun, korban meninggal dan sudah dimakamkan pada 22 Desember 2024.
“Laporan itu kami tindaklanjuti dengan memintai keterangan pihak keluarga dan saksi yang mengetahui kejadiannya,” ucapnya.
Ia menerangkan, ekshumasi dilakukan
untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Pasalnya, dari laporan yang masuk jorban diduga meninggal dunia karena dianiaya.
“Untuk mengungkap kasus ini, kami membutuhkan keterangan dari ahli. Apakah penyebabnya karena penganiayaan atau ada sebab lain. Apakah terjadi tindak pidana atau tidak,” ujarnya.
Kakak korban, Lela (46) mengaku sama sekali tidak mengetahui jika adiknya itu meninggal karena dianiaya. Baru mengetahui saat pemakaman ada yang mengatakan bahwa Saprial meninggal karena dianiaya.
“Kami sekeluarga tadinya mengira korban terjatuh. Ya, kami percaya saja kalau korban meninggal akibat terjatuh. Tapi ada yang mengatakan bahwa Saprial meninggal karena dianiaya. Dari sanalah kami melaporkan langsung ke Polres Cimahi,” tutur Lela.
Ia mengungkapkan, setelah adiknya Saprial meninggal datang salah seorang yang mengaku ikut melakukan pengeroyokan. Mediasi yang dilakukan selama 2 hari pun tak jalan. Sampa kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.
“Saya hanya minta keadilan untuk adik saya. Saya percaya Polres Cimahi akan mengusut tuntas dan pengadilan bisa menjatuhkan hukuman setimpal kepada para pelaku pengeroyokan,” tandasnya.*





