SATUMEDIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyasar sebanyak 240 ribu siswa.
Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional sebagai penanggungjawab, untuk tahap awal di KBB baru tersedia satu unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum.
Pada hari kedua pelaksanaan MBG di Bandung Barat ditinjau langsung Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim. Ia meninjau di SDN 1 Batujajar Selasa (14/1/2024). Di Batujajar terdapat 9 sekolah yang mendapat program MBG.
Adapun menu yang disediakan pada hari kedua berupa nasi, ayam kecap, tempe, sayur buncis, salad, pisang dan minuman kemasan.
“Dengan jumlah siswa sebanyak 240 ribu, sementara SPPG di KBB baru ada satu. Satu SPPG melayani 3.500 siswa. Dengan demikian kurang lebih membutuhkan 80 SPPG untuk bisa mengakomodir semuanya,” kata Ade Zakir.
Sehari sebelumnya, program perdana MBG di Bandung Barat perdana dilaksanakan di SDN Batujajar 1, SDN Batujajar 2, SDN Batujajar 3, juga meliputi SDN Cibungur 2 Batujajar, SDN Cibungur 1, SDN Jalantir, SDN Batujajar 1, SDN Batujajar 2, SDN Batujajar 3, SDN Galanggang 3, SDN Sinarjaya, SDN Dar Al Iman.
Selain sekolah, MBG juga diberikan terhadap ibu hamil sebanyak 56 orang dan pondok pesantren (Ponpes) At-Tafsir sebanyak 84 santri.
“Untuk menu hari ini tidak ada susunya karena ternyata diberikan hanya satu minggu dua kali,” ujarnya.
Pada peninjauan tersebut, Ade Zakir didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KBB dan Dandim 0609 Cimahi.
Pada hari kedua, menu paket MBG mulai dari kelas 1-6 SDN 1 Batujajar, dengan rincian 544 siswa. Sementara di SDN 2 Batujajar ada 475 siswa dan 507 di SDN 3 Batujajar. Sementara sisanya untuk sekolah lain, ibu hamil dan santri.
Ade Zakir mengatakan, hasil obrolan dengan sejumlah orangtua siswa sangat menyambut program MBG karena tidak perlu menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya.
“Orangtua juga tidak perlu khawatir dengan kandungan gizi yang ada di setiap porsinya. Malah tadi saya lihat di SDN 1 dan 3 Batujajar para orangtua siswa ikut membantu mengangkut makanan bergizi ini,” tukasnya.
Sementara itu, salah seorang siswa kelas 6 SDN 1 Batujajar, Alfian siswa menyukai menu makanan yang disajikan. Hanya saja, ia mempertanyakan tidak adanya susu.
“Saya kira tadi ada susunya. Tapi hari ini enggak ada. Kalau menu makanannya enak-enak sih, cuma memang saya kirang sayur, juga saladnya,” ucap Alfian.*





