Petugas Dispernakan Kabupaten Bandung Barat Door to Door Vaksin 20 Ribu Ekor Sapi Perah

Petugas dari Dispernakan KBB melakukan vaksinasi terhadap sapi perah dalam rangka mencegah penyebaran PMK.(Dok. Dispernakan KBB).**

SATUMEDIA.ID – Mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar vaksinasi massal dengan sasaran 26.229 sapi perah.

“Vaksin massal  sudah selesai dilaksanakan beberapa hari lalu, dari target 26.229 sapi perah, yang sudah tervaksin 14.050 ekor, dan sedang divaksin 6.000 ekor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti saat dikonfirmasi, Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, sisa yang enam ribuan ekor diusulkan akan divaksin pada Maret 2025 mendatang. Pelaksanaan vaksinasi massalnya sendiri dilakukan secara door to door mendatangi ke setiap peternak.

“Dalam kegiatan vaksinasi massal ini, melibatkan 39 paramedis, 3 dokter hewan dari koperasi susu,  dan 4 dokter hewan dari Dispernakan KBB,” sebutnya.

Ia menjelaskan,  kegiatan vaksin kepada hewan ternak ini merupakan tindaklanjut dari  Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: B-03/PK.320/ M/01/2025 tanggal 03 Januari 2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

Kemudian,  Surat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor: 3168/PK.330/F/12/2024 tentang Neraca Komoditas Tahun 2025 dan Dukungan Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

“Pelaksanaan vaksinasi massal dalam rangka Bulan Vaksinasi Nasional untuk PMK pada Februari dan Agustus 2025. Sedangkan jadwal pelaksanaan vaksinasi massal untuk Penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) pada Agustus 2025,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus PMK, Wiwin mengungkapkan sudah bisa ditangani. Sejumlah sapi perah yang sebelumnya terjangkit PMK sudah dinyatakan sembuh.

“Alhamdulillah sekarang sudah aman,” ucapnya.

Diketahui, sebanyak 229 sapi potong di KBB yang didatangkan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur positif terkena PMK. Data tersebut berdasarkan temuan selama periode Desember 2024-Januari 2025.

Disnakan KBB mencatat ada136 kasus sapi perah yang terpapar, 4 ekor di antaranya mati mendadak, 10 ekor disarankan untuk dipotong.*

Pos terkait