SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, Pemkab Bandung berencana akan membangun Bedas Convention Center (BCC). Merupakan pusat kegiatan bisnis yang akan menjadi tempat pertemuan berskala nasional dan internasional, yang berlokasi di depan Stasiun Whoosh Tegalluar Summarecon.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Dadang Supriatna dalam unggahan di akun Instagramnya pada Jumat (7/2/2025).
“Insya Allah di Kabupaten Bandung akan dibangun Bedas Convention Center (BCC) di depan Stasiun KCIC Tegalluar Summarecon. Sehingga kita berkolaborasi untuk memasarkan produk Kabupaten Bandung,” kata Dadang Supriatna dikutip Satumedia dari Instagram Dadang Supriatna.
Menurutnya, dengan waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung hanya 30 menit mempercepat aksebilitas warga Jakarta dan sekitarnya yang hendak ke Bandung.
“Tentunya ini peluang baik, Insya Allah produk Kabupaten Bandung dapat dijual secara langsung,” ujar Kang DS panggilan akrab Bupati Dadang Supriatna di event INACRAFT 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 5-9 Februari 2025.
Pada kesempatan itu, Kang DS sempat mengunjungi stand Kabupaten Bandung yang ada di event INACRAFT 2025.
Event ini mengusung tema “From Start Village to Global Market”, yang memberikan platform bagi produk-produk unggulan dari berbagai daerah untuk tampil dan memperkenalkan diri ke pasar yang lebih luas.
Dalam acara ini, Kabupaten Bandung turut berpartisipasi melalui Dekranasda dan Disperdagin, menampilkan produk-produk UMKM yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Produk-produk lokal dari Kabupaten Bandung yang dipamerkan tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki desain yang kreatif dan menarik.
“Kabupaten Bandung itu memiliki 16.800 jenis produk UMKM, tapi yang ditampilkan di sini paling sekitar 20 jenis. Event seperti ini sangat bagus dalam rangka memasarkan dan memperkenalkan produk Kabupaten Bandung,” tuturnya.
Ke depan, lanjut Kang DS, produk Kabupaten Bandung bisa lebih dipasarkan tidak hanya secara nasional bahan internasional.
‘Bukan hanya melalui pameran-pameran juga akan dilakukan melalui business matching atau pertemuan dengan pelaku bisnis secara terjadwal. Kita juga akan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk-produk Kabupaten Bandung,” tandasnya.*





