SATUMEDIA.ID – Baznas Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Jawa Barat, bersama Pemkab Bandung Barat memberikan bantuan kepada AAF (29) korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di RSHS Bandung pada Jumat (7/2/2025).
Dari Pemkab Bandung Barat diwakili istri Penjabat Bupati Bandung Barat, Sri Suhaeni Bohon Ade Zakir, Plt Kepala DP2KBP3A KBB Avira Nurfashihah, dan Kabid PPPA Rini Haryani.
Diketahui, AAF mengalami luka serius pada bagian wajah dan kepala setelah disiram air aki oleh suaminya, Dodi Suhendar (30).
Akibat siraman air aki, sebagian besar wajah dan kepala AFF mengalami luka mengelupas.
Pasangan suami istri ini tinggal di
Kampung Pasir Bisoro, RT 01/RW 02, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pelaku setelah menyiram wajah istrinya dengan sebotol air aki langsung kabur ke Bali pada 14 Januari 2025.
Akibat siraman air aki tersebut, korban mengalami luka bakar serius sehingga perlu menjalani perawatan intensif di Unit Luka Bakar Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Hingga 5 Februari 2025, total biaya pengobatan korban telah mencapai puluhan juta. Beban biaya yang besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi korban dan keluarganya dalam menjalani proses pemulihan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di RSHS Bandung pada Jumat 7 Februari 2025 oleh Pimpinan Wakil Ketua II Baznas KBB, H. Saiful Rachman, M.Ag., beserta staf Rizki Nurhadi dan Hilmi Hadad Alwi kemudian dari tim Pendistribusian Baznas Jabar Ian Mulyana, dari Pemkab Bandung Barat langsung oleh istri Pj. Bupati KBB Sri Suhaeni Bohon Ade Zakir.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua II Baznas KBB, H. Saiful Rachman mengatakan bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan juga menjadi bagian dari program Sehat dan Kemanusian Baznas KBB .
“Setelah melakukan asesmen, kemudian menyalurkan bantuan biaya pengobatan bagi korban. Bantuan yang disalurkan ini merupakan respon cepat untuk membantu masyarakat KBB,” kata Kang H. Saiful.
“Kami hadir dalam upaya meringankan beban dan memberikan semangat serta do’a bagi korban bisa segera pulih lahir batin. Kami mengucapkan terimakasih kepada Muzaki yang telah menitipkan zakat infaq shadaqah ke Baznas KBB,” sambungnya.
Sementara istri Pj. Bupati KBB Sri Suhaeni Bohon Ade Zakir, menyampaikan komitmen pemerintah dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Dikatakannya, bahwa kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kasus-kasus KDRT.
“Kasus yang menimpa korban bukan hanya menjadi perhatian pemerintah KBB, tetapi juga seluruh masyarakat luas. Solidaritas dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu korban dalam menjalani proses pemulihan,” kata Sri Suhaeni.
Dalam kesempatan yang sama pimpinan Baznas Jabar dalam hal ini Waka 2 KH. Ali Khosim menyampaikan salah satu program Baznas Jabar adalah Jabar Sehat. Program ini tujuannya adalah untuk membantu masyarakat Jabar yang memerlukan pengobatan namun berkendala dari sisi biaya salah satunya adalah bantuan yg diberikan untuk korban KDRT yang sedang dirawat ini.
*Dalam melakukan berbagai aksi dan giat, Baznas Jabar senantiasa berkolaborasi dengan Baznas daerah, dalam giat ini Baznas Jabar berkolaborasi dengan Baznas KBB mulai dari assesment, pendampingan trauma healing sampe pemberian bantuan kepada yang bersangkutan,” kata KH. Ali Kosim
Ia berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban yang bersangkutan dalam menjalani pengobatannya.
“Kami berterima kasih kepada seluruh muzaki yg sudah menitipkan zakatnya melalui Baznas. Kami senantiasa mendoakan agar para muzaki senantiasa diberikan pahala berlipat oleh Allah, disucikan hartanya dan diberikan keberkahan,” ujarnya.
“Tak lupa kami juga mengajak para dermawan untuk membantu, karena proses pengobatan yang dijalani oleh yang bersangkutan belum selesai dan tentunya masih membutuhkan biaya yang cukup besar,” tambahnya.*





