SATUMEDIA.ID – Pasangan Jeje Ritchie Ismail – Asep Ismail secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025) pukul 10.00 WIB.
Tercatat sebanyak 481 pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024 dilantik Presiden Prabowo.
Rinciannya, 961 kepala daerah yang dilantik terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.
Setelah dilantik seluruh kepala daerah akan mengikuti pelatihan atau retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah pada 21-28 Februari 2025.
Setelah mengikuti retreat, rencananya Bupati Jeje Ritchie dan Wakil Bupati Asep Ismail akan melanjutkan rangkaian kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) dari Penjabat Bupati Bandung Barat Ade Zakir dan Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian pidato sambutan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Masa Jabatan Tahun 2025-2030.
“Agenda Sertijab dan rapat paripurna dilaksanakan setelah beres retreat di Akmil pada Senin, 3 Maret 2025,” kata Sekretaris Dewan KBB, Rony Rudyana saat dihubungi, Kamis (20/2/2025).
Ia menambahkan, untuk agenda sertijab akan dilaksanakan di Pemkab Bandung Barat mulai pukul 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan rapat paripurna di Hotel Novena Lembang.
“Kami di dewan sudah mempersiapkan segalanya untuk menggelar rapat paripurna,” ucapnya.
Diketahui, pada Pilkada 2024 pasangan Jeje Ritchie – Asep Ismail mengantongi total 341.225 suara (37,4 persen). Mengungguli paslon Hengki Kurniawan-Ade Sudradjat Usman, menyusu
dengan perolehan 224.066 suara (24,56 persen).
Disusul berikutnya, paslon Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirgahari meraih 165.672 suara (18,16 persen), paslon Edi Rusyandi-Unjang Asari, dengan 137.567 suara (15,08 persen), dan paslon nomor urut 5 dari jalur independen, Sundaya-Asep Ilyas meraih 43.843 suara (4,81 persen).
Kemenangan paslon nomor urut 2 yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra ini, menjadi pukulan telak bagi PDI Perjuangan yang selalu menguasai eksekutif semenjak KBB tiga kali menggelar Pilkada.
Pada Pilkada 2008 yang menjadi tonggak bersejarah dari awal berdirinya KBB, pasangan Abubakar dan Ernawan Bu yang diusung PDI Perjuangan terpilih menjadi kepala daerah definitif pertama periode 2008-2013.
Abubakar -Ernawan meraih 344.180 suara sedangkan pasangan Agus Yasmin-Haris Yuliana mengantongi 313.163 suara dan 21.907 suara tidak syah dari 996.128 pemilih.
Kemudian pada Pilkada 2023, Abubakar yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan kembali maju. Kali ini berpasangan dengan Yayat T. Soemitra.
Pasangan yang diusung PDI Perjuangan, PKB, PBB, PKNU, dan PKPI itu memperoleh raihan suara 387.901 suara atau setara dengan 49,99 persen.
Sedangkan pesaing terdekatnya, pasangan nomor urut 4, Erni R Ernawan-Samsul Ma’arif yang diusung Partai Golkar, PPP dan PAN hanya mengantongi 152.229 suara atau 19,62 persen. Di posisi ketiga ada pasangan nomor urut 2, Aep Nurdin-Kosasih. Pasangan yang diusung PKS dan Partai Demokrat itu meraih 102.581 suara atau 13,22 persen.
Sedangkan posisi keempat ditempati oleh pasangan Djamu Kertabudi-Agus Yasmin yang diusung Partai Gerindra, Hanura, dan belasan partai nonparlemen yah meraih 89. 934 suara atau 11,59 persen.
Posisi terakhir diduduki pasangan calon independen Panji Tirtayasa-Kusna Sunardi hanya memperoleh 22. 915 suara atau 2,95 persen.
Pada Pilkada 2018 dimenangkan pasangan Aa Umbara-Hengki Kurniawan dengan mengantongi 420.137 suara.
Meski Aa Umbara mundur dari PDI Perjuangan dan berlabuh ke Partai NasDem jelang Pilkada 2018. Tetap saja orang menyebut Aa Umbara tak bisa dilepaskan dari partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran. Apalagi pada akhirnya Hengki Kurniawan bergabung dengan PDI Perjuangan.*





