SATUMEDIA – Tahun ini, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menginjak usia 17 tahun. Telah banyak pembangunan di berbagai sektor, sejak kabupaten nomor urut 26 di Jawa Barat ini dilahirkan.
Contohnya, kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat nan megah di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah nan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Abubakar-Ernawan Natasaputra yang memimpin KBB dari 2008-2013 kemudian dilanjut sampai 2018 dengan wakilnya Yayat T. Soemitra.
Pada masa kepemimpinan Abubakar dibangun pula tiga RSUD, yaitu RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang serta berbagai puskesmas di 16 kecamatan.
Kemudian tongkat pemerintahan berlanjut
ke Bupati Aa Umbara dan Wakilnya Hengki Kurniawan. Pada masa pemerintahan ini, ada satu proyek raksasa yang menelan anggaran Rp 285 miliar.
Anggaran ratusan miliar dari pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau yang dikenal PT SMI tersebut digunakan untuk membiayai perbaikan jalan di wilayah selatan.
Sepanjang sejarah berdiri Bandung Barat, baru kali ini satu ruas jalan dengan panjang puluhan kilometer, tepatnya 71 kilometer diperbaiki.
Perbaikan jalan terbagi dalam 2 paket. Untuk paket 1 meliputi Selacau-Cililin. Cililin-Sindangkerta, Sindangkerta -Celak, Celak-Gununghalu, Bunijaya-Cilangari, Cilangari-Cisokan.
Paket 1 dikerjakan PT Brantas dengan total panjang 71 kilometer.Sementara paket 2 dari Rancapanggung (Cililin) sampai Cijenuk (Cipongkor) dengan panjang 15 kilometer.
Berdasarkan akta perjanjian pinjaman pembiayaan, bahwa jangka waktu fasilitas pembiayaan ditetapkan 3 tahun terhitung sejak tanggal penarikan pertama fasilitas.
Adapun penarikan pertama fasilitas pembiayaan dari PT SMI pada 5 Oktober 2021 sehingga mengacu pada akta perjanjian maka Pemkab Bandung Barat harus melunasi pinjaman pokok dan bunga dengan jangka waktu 3 tahun terhitung dari bulan Oktober 2021 sampai Oktober 2024.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, dari total panjang jalan kabupaten 536 kilometer ada 124,02 kilometer dalam kondisi rusak.
Terdiri dari rusak ringan 45,19 kilometer atau 8,60 persen dan 78,83 kilometer atau 15 persen rusak berat.
Sementara yang kondisinya bagus sudah mencapai 346,7 kilometer atau 65,97 persen dari total panjang jalan kabupaten. Untuk kondisi sedang 54,85 kilometer atau 10,44 persen.*



