Bencana Longsor di Cibenda, Pemkab Bandung Barat Tetapkan Tanggap Darurat sampai 7 April 2024

Kondisi Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, KBB pasca diterjang longsor, Senin (25/3/2024)./Dicky Saiman/SATUMEDIA

SATUMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama 14 hari.

“Status tanggap darurat selama 14 hari atau sampai 7 April 2024,’ kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Meidi, Senin (25/3).

Diketahui, bencana tanah longsor dipicu hujan deras menyebabkan Gunung Sinapel Gedogan di Desa Cibenda, mengalami longsor, Minggu (24/3/2024) sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibat kejadian itu,  sekitar 30 rumah di Kampung Cigintung RT 3/RW 7, Desa Cibenda rata dengan tanah setelah dihantam material longsor. Dilaporkan pula 10 orang namun ada yang menyebut 9 orang hingga Senin (25/2024) siang belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun longsoran dari Gunung Sinapel Gedogan menimpa tiga kampung, yaitu Gintung, Sukawarna, dan Cilimus.

“Pencarian korban yang diduga tertimbun melibatkan Tim SAR Gabungan, juga dibantu anjing pelacak K-9. Hari ini pencarian dihentikan menjelang Magrib dan esok pagi akan kembali dilanjutkan,” kata Meidi.

Diakuinya, Tim SAR mengalami kendala di lapangan akibat tebalnya lumpur tanah yang bercampur air. Proses pencarian akan berlangsung selama 14 hari dan BPBD KBB mengerahkan 35 personel untuk evakuasi di lokasi bencana,” tandasnya.

Adapun 10 korban yang belum ditemukan yakni Encep (60), Opin (45), Diki Putra (4), Sifa (9), Dadi (55), Eras (53), Nabila Destiani (4), Aam (50), Aji (2) dan Lastri (32).

Di tempat yang sama, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif menambahkan, pihaknya sudah menerjunkan BPBD KBB dan relawan untuk membantu pencarian 10 orang yang diduga tertimbun.

“Anjing pelacak K-9 ikut dilibatkan untuk mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun. Penyisiran dilakukan hingga ke dasar jurang,” kata Arsan Latif*

 

Pos terkait