SATUMEDIA.ID – Hujan lebat yang menggenangi wilayah Lembang pada Jumat (23/5/2025) siang menyebabkan jalanan utama berubah menjadi sungai berarus deras.
Paling parah terjadi di Jalan Panorama, seberang Pasar Panorama Lembang. Ketinggian air yang mencapai 10-20 cm ditambah dengan arus deras menyebabkan banyak sepeda motor mengalami mati mesin.
Tinggi dan derasnya arus banjir menimbulkan kemacetan lalu lintas. Banyaknya sepeda motor yang mogok dan laju kendaraan yang tidak bisa cepat menjadi penyebab kemacetan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, air dari sekitar Pasar Panorama mengalir ke Jalan Maribaya. Kuatnya arus air membuat Jalan Maribaya berubah seperti sungai.
Beberapa pengendara sepeda motor yang tidak bisa menjaga keseimbangan banyak yang terjatuh dan langsung terseret arus deras. Kejadian itu terekam kamera handphone warga dan viral di media sosial.
Salah seorang warga Desa Kayuambon, Asep Gunawan membenarkan, bahwa video viral sepwda motor yang terseret arus deras banjir terjadi di Jalan Maribaya.
“Betul ada sepeda motor yang terjatuh dan motornya terseret banjir. Lokasinya di Kampung Pangragajian, depan minimarket. Beberapa warga menolong sepeda motor agar tidak terseret jauh,” kata Asep Gunawan.
Hilang terseret
Sementara itu, salah seorang petani bernama Endang (65) warga Kampung Pojok Girang, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang diinformasikan dhilang.
Diduga hanyut terseret banjir bandang yang terjadi di Kampung Legok Cibeusi RT 03/RW 03, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang,
Saat hujan deras, Endang tengah berteduh di saung yang berada di kebun miliknya. Namun saat bersamaan terjadi longsor serta banjir yang melibas areal kebun termasuk korban.
Petugas Lapangan BPBD KBB Suheri membenarkan membenarkan adanya seorang warga yang diduga hanyut terseret banjir bandang pada Jumat sore.
“Begitu mendapat laporan korban tersereta banjir, petugas, relawan serta warga sekitar melakukan pencarian,” kata Suheri.
Namun, pencarian yang melibatkan BPBD KBB, Relawan Peduli Bencana Lembang (RPBL) dan masyarakat terpaksalah harus dihentikan untuk sementara pada pukul 18:00 WIB.
“Karena hari mulai gelap, dan dikhawatirkan terjadi banjir susulan sehingga pencarian dihentikan sementara,” sebutnya.*





