Keistimewaan Al Quran oleh Dede Supriatna

Foto ilustrasi Al Quran.(Dok.Kalam UMI).**

SATUMEDIA.ID – Membaca dan mempelajari buku Quran Mapping karya Nur Fajri Romadhon merasa takjub dengan Al Quran. Menurutnya Al Quran tak pernah kering dari inspirasi untuk dibagikan.

Mengulang-ulang pengkajian terhadap surah yang sama pun tidak pernah membosankan. Menurut Nur, ada tiga tema besar Al Quran meliputi Aqidah, Syariat dan Kisah. Akidah berarti hal-hal terkait dengan rukun iman yang enam yakni: Iman kepada Allah SWT, Iman kepada Malaikat, Iman kepada kitab suci, Iman kepada para nabi dan rasul, Iman kepada hari akhir dan Iman kepada takdir.

Sedangkan Syariat mencakup pembahasan hukum fikih, baik ibadahnya, muamalahnya ( jual beli dan sejenisnya), munakahat (terkait hubungan keluarga,pernikahan dan lainnya), hukum pidana,hukum politik dan beragam hukum lainnya. Ada juga tentang akhlak seperti adab makan dan peradilan.

Terakhir adalah tentang kisah. Dalam Al Quran terdapat kisah jalan orang -orang yang diberi nikmat (teladan utama kita) , serta jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang disesatkan.
Seperti diketahui mukjizat terbesar yang Allah SWT karuniakan kepada Rasulullah SAW adalah kitab suci Al Quran .Disebut mukjizat terbesar karena di dalam Al Quran terkandung keistimewaan yang tidak dapat tertandingi oleh kitab manapun, bahkan sekelas kitab-kitab suci sebelumnya.

Al-Quran = sempurna. Selain kandungan Al Quran yang berisi kebenaran mutlak yang tak terbantahkan, membacanya adalah sebuah ibadah yang bertabur pahala.
Menurut Salafudin dalam bukunya Menghafal Al-Quran – Metode Talqin, Al -Quran adalah kalam Allah SWT, kalam yang paling mulia di antara seluruh perkataan lainnya.

Membacanya adalah zikir yang paling utama. Para penghafalnya disebut oleh Rasulullah SAW sebagai “keluarga Allah SWT” dan para hamba special-NYA. Berhimpunnya orang untuk membaca dan dan mengkaji Al Quran menyebabkan turunnya ketentraman,tercurahnya rahmat dan berkelilingnya para malaikat dengan doa kebaikan mereka.

Sungguh di antara keistimewaan Al Quran adalah mudah dihafal. Tidak ada kitab yang dihafal sebagaimana Al Quran. Firman Allah SWT pada surat Al Qamar ayat 17 : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?, ayat 22 : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?, ayat 32 : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil Pelajaran, ayat 40 : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?.

Dari 4 ayat diatas menyimpulkan sungguh Kami telah memudahkan lafadz Al-Quran ini untuk dibaca dan dihafal, juga makna-maknanya untuk dipahami dan direnungkan bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran. Maka adakah orang yang mau mengambil nasihat?

Secara terminologi, Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman atau wahyu Allah. Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat melalui perantara dari Malaikat Jibril. Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an terdiri dari 114 surat yang dibagi menjadi 30 juz atau bagian.

Al Quran terdiri dari 6.666 ayat
Diawal disebutkan mapping atau pemetaan Al Quran merupakan mukjizat sepanjang zaman yang diturunkan kepada Rasul pilihan .Ini merujuk pada firman Allah SWT surat AL-Hijr ayat 9, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Allah SWT menjamin keterjagaan Al Quran itu melalui tulisan dalam mushaf serta melalui hafalan para huffah. Sejak awal mula Al Quran itu diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril, sejak itu pula langsung dihafal didalam dada sang penerima wahyu, lantas diajarkannya kepada para sahabatnya dengan cara talaqqi atau talqin serta ditulis melalui media yang tersedia saat itu.

Selanjutnya Firman Allah SWT ‏”Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan (Lailatul qadr)”. (Al-Qadr : 1). Dengan dua surah itu hendaknya kiata membacanya, menghafal, mentadaburinya, serta mengamalkannya. Allah SWT menjelaskan tentang orang-orang yang senantiasa membaca Al Quran dalam firman-Nya,“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. (QS. Fathir : 29).

Al Quran adalah penawar sesuai firman Allah SWT , “Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian” (QS Al-Isrâ’: 82). Katakanlah, “Al-Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman” (QS Fushshilat : 44).

Seorang ulama menyikapi Al Quran sebagai penawar dan petunjuk dengan mengatakan, “Sesungguhnya kitabullâh yang agung (Al-Quran) merupakan obat penyakit stres, penenteram jiwa, obat penyakit hati, dan cahaya bagi segala kegelapan. Bahkan, ia juga penangkal segala duka, pencipta kehidupan sejahtera yang tak akan tergoyahkan sepanjang masa oleh berbagai syak wasangka, dan tidak akan tergeser oleh badai kebingungan.”

Memang benar Al Quran adalah syifâ’ (penawar). Sebuah penelitian di Florida membuktikan, terjadi perubahan fisiologis yang besar, baik bagi orang yang bisa berbahasa Arab atau yang tidak,setelah mendengar bacaan Al Quran.

Perubahan itu adalah penurunan depresi, kesedihan, penyakit, bahkan perolehan ketenangan. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa Al-Quran berpengaruh hingga 97% dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit. Subhanallâh .

Bagi seorang mukmin, Al Quran adalah bacaan yang mulia.Membacanya berarti berzikir atau mengingat Allah, dan mengingat Allah akan membuat hati dan jiwa tenang. Mengenai jiwa dan hati yang tenang, penelitian Efa Naila Hady dan Ratna Djuwita menyatakan bahwa zikir kepada Allah SWT memiliki efek menenangkan.

Salah satu nama Al Quran adalah asy-Syifa yang berarti obat penyembuh. Hal ini seperti diutarakan As-Sa’di dalam kitabnya, Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan, bahwa Al Quran adalah penyembuh bagi semua penyakit hati. Baik berupa syahwat yang menghalangi manusia untuk taat kepada syariat atau syubhat yang mengotori iman.

Dr. Ahsin Sakho menambahkan apabila Al-Quran sendiri merupakan representasi dari sang pencipta, dimana perannya hadir di dunia ini menjadi anugerah sekaligus petunjuk kepada insan manusia. Bagi siapa yang sering melakukan interaksi dengan Al Quran maka Allah akan memberikan penghargaan, menaikkan derajatnya, dan melalui petunjuk itulah kemudian seseorang akan mendapatkan jalan menuju ketaqwaan.

Dengan ketaqwaan terhadap Al Quran tersebut nantinya akan memberikan solusi jalan keluar (makhraj) dari segala permasalahan serta mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Sekarang bagaimana mengetahuI salah satu keistimewaan Al Quran dapat dipelajari contoh surat Yassin.

Seperti surat-surat lainnya, surat Yasin merupakan bacaan yang menenangkan, bacaan yang patut pula diamalkan oleh segenap umat Islam. Surat Yasin merupakan surat yang ke-38 dalam Al-Qur’an. Surat Yasin itu surat Makiyah, karena ayat-ayatnya diturunkan di Makkah.  Diantara keistimewaanya diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik RA :

Rasulullah SAW bersabda “ Segala sesuatu memiliki kalbu dan dan kalbunya Al -Qur’an adalah surah Yasin”. Barangsiapa membaca surah Yasin, maka Allah akan mencatat baginya (pahala) seperti membaca seluruh Al-Qur`an sepuluh kali atas bacaannya” [H.R. At-Tirmidzi].

Apabila surat Yasin dibaca pada malam hari, orang yang membacanya pada keesokan harinya akan diampuni dosa-dosanya.*

* Penulis Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023
dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

 

Pos terkait