SATUMEDIA.ID – Keinginan kuat untuk belajar bahasa Arab plus belajar Al Quran terobati setelah mulai membaca dan mempelajari buku Pintar Bahasa Arab – Al Quran karangan Prof Dr H. Salman Harun yang diperoleh dengan membeli dari marketplace Shopee seharga Rp 56.000 termasuk ongkir.
Mengapa penulis berbagi dengan Anda tentang buku ini karena keistimewaan buku Pintar Bahasa Arab Al Quran kita akan mendapatkan dua keilmuan sekaligus, yaitu tentang bahasa Arab dan memahami makna ayat Al Quran.
Buku sejenis ini termasuk langka karena jarang ditemukan di toko buku , bursa buku dan di perpustakaan tertentu . Buku ini merupakan suatu buku yang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Dengan mempelajari buku ini sekaligus ada beberapa manfaat mempelajari bahasa Arab juga mempelajari dan memahami Al Quran ,
Buku Pintar Bahasa Arab Al-Qur’an merupakan pegangan tepat bagi Anda yang hendak mempelajari bahasa Arab sekaligus menyelami Al-Quran. Karena memang buku ini menjelaskan kaidah bahasa Arab sekaligus memaparkan tafsir dan makna Al Quran.
Profesor Dr. H. Salman Harun merupakan pakar tafsir Al Quran yang mumpuni. Puluhan tahun mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, metode dan pendekatannya sudah banyak terbukti. Buku ini merupakan hasil pikirannya setelah bertahun-tahun mengulik dan mempelajari Al Quran dan tafsirnya.
Buku ini juga didesain untuk menjadi bahan pembelajaran mandiri. Selain kaidah, di dalamnya juga terdapat latihan dan ada lampirkan jawaban di halaman terakhir. Jawaban ini didesain untuk mengukur kemampuan sendiri sudah sejauh mana memahami sebuah teori dan kaidah.
Bahasa Arab menjadi lebih mudah setelah membaca dan mempraktikkan kaidah-kaidah yang ada di buku ini. Buku ini diterbitkan oleh Lentera Hati berisi 477 halaman. Buku ini mencoba memberikan kedua kemampuan itu sekaligus yakni pemberian terjemahan ayat, pengertiannya, kosakata dan kaidah-kaidah tata bahasa ayat demi ayat, diharapkan dapat berfungsi sebagai modal dasar untuk dapat menumbuhkan kemampuan memahami Al Quran secara mandiri.
Kemandirian itulah yang dibutuhkan sehingga Anda tidak akan selalu tergantung kepada pendapat-pendapat yang kadang-kadang simpang siur. Diharapkan kemampuan itu akan mudah ditransformasikan begitu rupa untuk memahami bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi .
Petunjuk penggunaan buku ini dimulai pada tiap pelajaran yang masing-masing diawali kalimat berita. Kalimat berita ini dimaksudkan sebagai kalimat perintah. Membaca maksudnya bacalah dan sebagainya.
Bagian pertama “membaca” perlu dikuasai benar-benar. Bacalah materi itu berkali-kali , sedapat mungkin dengan lagu yang bagus, sebagaimana kebiasaan orang mengaji.
Bagian kedua “Pemahaman” , dimaksudkan supaya membaca mengerti ayat yang dibaca. Teks Al Quran dan terjemahannya hendaknya dibaca beberapa kali silih berganti , sampai teks sedapat mungkin hafal dan terjemahannya lekat dalam pikiran.
Setelah itu baru dibaca penjelasan ayat, kemudian barulah dibaca arti kosakata .Dengan demikian diharapkan pemahaman atas ayat semakin mantap. Dalam bagian “Tata Bahasa” yang perlu Anda perhatikan adalah terjemahan istilah, misalnya mubtada menjadi “subjek” , khabar menjadi “predikat” dan sebagainya. Terakhir mengenai “ pemantapan’ yang berisi latihan-latihan yang diambilkan dari Al Quran.
Sedangkan terjemahan ayat-ayatnya Anda mencari sendiri dalam terjemahan-terjemahan Al Quran. Contoh :
A. Membaca ٱللَّهُ عَلِيمٌۢ
B. Memahami
1. ٱللَّهُ عَلِيمٌۢ – Allah Mahatahu (QS Ali Imran Ayat 115).
عَلِيمٌۢ “Mahatahu antara lain akan : Penciptaan bumi dan langit (QS Al Baqarah Ayat 29), orang yang aniaya (QS Al Baqarah ayat 95), Kebajikan apa saja
yang dikerjakan manusia (2 :115), apa yang terbetik dalam hati (QS Ali
Imran ayat 119), segala sesuatu (Qs Al Maidah ayat 97), dan siapa saja
yang diampuni (QS At Taubah ayat 15).
Bila merupakan sifat manusia, kata itu berarti “amat pandai” misalnya
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٍ “ niscaya mereks membawa kepdamu semua ahli sihir
yang amat pandai ( QS Al Araf ayat 112)
C. Tata Bahasa
Kata pertama dalam tiap contoh di atas adalah subjek, dan kata kedua adalah predikat. Subjek dalam Bahasa Arab disebut mubtada dan predikat disebut khabar.
Setiap mubtada dan khabar huruf akahirnya berbaris dhammah (—bila kata ber JL, atau–bila kata tidak ber JL ). Hukum itu disebut marfu.
Kalimat yang terdiri atas mubtada dan khabar disebut kalimat nominal.
Pengertian yang dikandung al -jumlah al -ismiyyah adalah bahwa apa yang dinyatakan di dalam predikat bersikap tetap ٱللَّهُ عَلِيمٌۢ berrati bahwa Allah Maha tahu.
Demikian salah satu contoh dari buku Pintar Bahasa Arab Al-Quran . Ini baru satu pelajaran dari 66 pelajaran yang akan anda peroleh dari buku ini dan insya Allah buku ini menjadi menarik karena timbul penasaran dari mulai pelajaran 1 sampai dengan ke 66.
Jujur penulis juga baru memulai dengan harapan dapat menyelesaikan buku dalam waktu tiga bulan. Diakhir buku ini Anda dapat berlatih menentukan mubtada’ dan khabar dalam ayat-ayat setelah usai tiap pelajaran.
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM





