SATUMEDIA.ID – Hukum melaksanakan salat tahajud adalah sunah. Tapi ke-sunah-an melaksanakan salat tahajud bukan seperti sunah biasa. Salat tahajud hukumnya sunah muakkad (sangat disunahkan atau sangat dianjurkan).
Pengertian lain dari sunah muakkad adalah sunah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah SAW atau sunah yang jarang sekali ditinggalkan oleh Rasulullah SAW. Contoh salat sunah muakkad yang lain adalah salat dhuha dan salat tarawih.
Salat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Tahajud dilakukan pada malam hari setelah tidur. Mengutip buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja oleh Ahmad Hawassy berikut adalah tiga pembagian waktu salat Tahajud oleh beberapa ulama:
Sangat utama: ⅓ malam pertama (bada Isya – pukul 22.00)
Lebih utama: ⅓ malam kedua (pukul 22.000 – 01.00)
Paling utama: ⅓ malam terakhir (pukul 01.00 – Shubuh)
Keutamaan salat Tahajud disebutkan dalam Al Quran dan diperkuat oleh hadist Rasulullah SAW . Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 79: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Ayat ini secara jelas menyebutkan Tahajud dan mengaitkannya dengan maqāman maḥmūdan, yaitu kedudukan yang terpuji. Selanjutnya menjadi ciri orang-orang yang bertakwa.
Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 15–18: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.”
Ayat tersebut menggambarkan salah satu ciri orang bertakwa, yaitu mereka menghidupkan malam dengan ibadah dan beristighfar pada waktu sahur. Selain itu akan mendapatkan balasan yang besar dari Allah.
Allah SWT berfirman dalam QS. As-Sajdah ayat 16–17: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Kemudian Allah berfirman:
“Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu berbagai kenikmatan yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
Ayat ini menunjukkan besarnya balasan Allah bagi orang-orang yang meninggalkan kenyamanan tidur untuk beribadah kepada-Nya.Seperti diketahui salat malam merupakan salat sunnah yang paling utama setelah salat wajib dan Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam. Dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.”( HR. Muslim.).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa salat malam atau qiyamullail memiliki kedudukan yang sangat tinggi di antara salat-salat sunnah.
Salat Tahajud bukan sekadar ibadah yang dilakukan ketika orang lain sedang tidur. Tahajud merupakan bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan meninggalkan tempat tidur dan menghadap Allah SWT pada malam hari, seorang muslim menunjukkan kesungguhan dalam beribadah, berdoa, memohon ampun, dan berharap kepada-Nya.
Karena itu, marilah kita berusaha membiasakan salat tahajud sesuai kemampuan. Tidak harus langsung banyak rakaat. Yang terpenting adalah ikhlas, istiqamah, dan dilakukan karena mengharap ridha Allah SWT.
Istilah Tahajud secara khusus terdapat dalam QS. Al-Isra’ 79, sedangkan ayat-ayat lainnya berbicara tentang qiyamullail/ibadah malam secara lebih umum. Dalam hadist lain Rasullullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian salat malam, karena salat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang soleh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian,penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi).
Dari Amr bin Abasah RA berkata: Aku berkata, Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? beliau bersabda : “Pertengahan malam yang terakhir, maka salatlah sesukamu, karena salat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu salat subuh.” (HR. Abu Dawud).
Selanjutnya dalam hadits yang lain “Allah SWT merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia salat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah SWT merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia salat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud).
Keutamaan dan manfaat salat tahajud yaitu keutamaan, hikmah dan manfaat yang bisa kita peroleh karena melaksanakan salat tahajud yang bisa langsung kita rasakan di dunia dan ada juga yang baru bisa kita rasakan di akhirat.
Di sini penulis merangkum paling tidak ada beberapa keutamaan salat tahajud:
1. Tiket masuk surga , Rasulullah SAW bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah salat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”(HR. Ibnu Majah). Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa ada beberapa ibadah yang bisa menjadi wasilah masuknya kita ke dalam surga. Salah satunya adalah dengan salat tahajud.
2. Sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan penyembuh penyakit (hati dan fisik). Rasulullah SAW bersabda: “Dirikanlah salat malam, karena sesungguhnya salat malam itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kamu, (salat malam dapat) mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, salat malam adalah sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)’
3. Sebagai sarana mendapatkan kemuliaan. Rasulullah SAW bersabda: “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah salat waktu malam dan ketidakbutuhannya dimuliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi).
4. Kemungkinan dikabulkan doa oleh Allah SAW semakin besar. Di malam hari, ada suatu waktu di mana Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim).
5. Penghapus dosa dan penghalang berbuat salah Rasulullah SAW bersabda:“Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi).
6. Kesempatan menghirup udara yang bersih. Waktu sepertiga malam adalah waktu di mana udara dalam kondisi yang sangat bersih dan jernih. Saat seseorang bangun untuk melaksanakan salat tahajud dan menghirup udara malam yang sejuk, hal ini sangat baik untuk kesehatan. Udara yang bersih membuat kerja paru-paru semakin mudah. Udara yang bersih juga mampu memperlancar aliran darah di dalam tubuh kita.
7. Memberikan ketenangan, orang yang bangun malam hari untuk salat tahajud akan mendapatkan suasana yang tenang dan damai. Kondisi seperti ini sangat baik bagi kejiwaan seseorang, apalagi yang mempunyai permasalahan psikis maupun fisik. Pilih waktu yang paling baik lalu salat sesempurna mungkin. Mohon ampunan, petunjuk dan berdoa agar Allah SWT menyelesaikan permasalahan-permasalahan kita.*
*Penulis alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM .




