Mengejar Khusyuk dalam Salat

Dede Supriatna Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Khusyuk adalah ketenangan hati dan jiwa saat melakukan salat. Artinya, hatinya tenang tanpa memikirkan sesuatu yang diluar dari pada salat. Intinya Khusyuk adalah keadaan seseorang dengan menghadirkan hati dan pikirannya dalam setiap gerakan dan bacaan salat.

Allah SWT berfirman : Sungguh , beruntunglah orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang khsuyuk dalam shalatnya ( Al- Mu’minun : 1-2).

Ketenangan hati tersebut, terpancar pada anggota badan, sehingga melahirkan sikap yang tenang pula. Jika Anda berdoa tanpa memahami maknanya , perhatian Anda akan mudah teralihkan. Ini adalah salah satu alasan mengapa orang kehilangan fokus saat shalat. Kebanyakan doa menggunakan bahasa arab yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa trik agar salat bisa khusyuk antara lain selalu ingat akan kematian jadi timbul perasaan takut jika shalat tidak khuyuk, tiap ingat duniawi langsung menarik nafas dalam-dalam demikian dilakukan berulang-ulang bila pikiran lari dari salat, bertaubat kepada Allah SWT dan datang salat lebih awal.

Selain itu, merenungkan makna dan arti setiap bacaan yang dilantunkan dalam shalat. Seperti, memahami makna takbiratul ihram, memahami makna doa iftitah, merenungi bacaan Al Fatihah, memahami makna doa rukuk dan lainnya. . Dengan memahami dan mengerti syarat dan rukun salat hendaknya dibarengi dengan khusyuk.

Apakah khusyuk itu wajib? . Khusyuk sebenarnya tidaklah wajib .Seseorang yang salat tanpa khusyuk tetaplah sah. Namun pahala dan keutamaan yang didapat tentu berbeda antara orang yang khusyuk dengan yang tidak . Kenyataannya, khusyuk memang bukan perkara yang mudah.

Seringkali salat hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban saja. Sehingga banyak keutamaan dan dampak positif salat belum dapat diraih dengan sempurna. Menurut Buya Yahya, salat dengan pikiran yang kemana-mana tetap sah selama memenuhi rukun dan syarat sahnya salat.

“Shalatnya sah. Cuma (shalat) dia tidak khusyuk, dan khusyuk bukan menjadi syarat sahnya shalat “. Mungkin ada di antara kita yang saat shalat kerap tidak khusyuk. Pikiran melayang kemana-mana, bahkan sesuatu yang sebelum shalat tidak terpikirkan, malah jadi bermunculan. Akibatnya, seseorang menjadi lupa berapa rakaat yang sudah dilakukan.

Allah SWT memuji hamba-Nya yang khusyuk dalam ibadah. Allah SWT berfirman, إِ”Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan serta berdoa kepada kami dengan penuh “raghbah”(harapan yang khusus) dan “rahbah”( takut yang khusus). Sedangkan mereka selalu khusyuk ( takut dan tenang)’ hanya kepada kami.” [QS. Al-Anbiya’ : 90]. Untuk meraih khusyuk dalam shalat, meyakini bahwa kita sedang menghadap Allah SWT , Rabb yang telah menciptakan kita.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian berdiri untuk shalat, maka dia sedang berhadapan kepada Rabb-nya.” [HR. Bukhari dan Muslim ]. Inilah di antara keistimewaan shalat yang tidak kita jumpai di ibadah-ibadah lainnya.

Ketika kita menghadirkan hati, bahwa kita sedang berdialog dengan Allah SWT ketika salat, hal itu akan berperan besar dalam mendatangkan kekhusyukan. Sayangnya, masih ada di antara kita yang membaca surat Al-Fatihah, namun kurang memahami dan mengerti makna surat Al Fatihah sehingga kita membacanya hanya sekedar lewat.

Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang hamba itu paling dekat dengan Rabb-nya ketika bersujud. “Posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika sujud).” (HR. Muslim ).

Mengutip dari berbagai sumber , agar kita khusyuk dapat dilakukan dengan cara menyempurnakan wudhu sebelum mendirikan shalat, selanjutnya shalat datang di awal waktu membuat hati merasa tenang saat mengerjakannya. Sebaliknya bila mepet waktunya cenderung akan tergesa-gesa untuk mendirikan shalat tersebut karena terhimpit waktu yang mau habis.

Rasulullah SAW bersabda artinya “Di antara tanda kefaqihan (pahamnya) seseorang adalah menyelesaikan urusannya terlebih dahulu sebelum memulai shalat agar ketika menunaikan shalat hatinya dalam keadaan fokus

Setelah berusaha maksimal agar bisa shalat dengan khusyuk, namun ternyata kita masih belum sepenuhnya bisa fokus, apa yang harus dilakukan? Kita tak perlu berkecil hati dan patah semangat. Sebab Khusyuk memang tidak bisa kita dapatkan secara instan. Perlu latihan yang terus menerus, menyatukan hati dan pikiran. Sehingga nanti hadirnya hati dalam setiap gerakan shalat kita jadi kebiasaan.

Terakhir dengan melantunkan doa khusyuk tidak hanya membantu menghindari gangguan pikiran tetapi juga membantu memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT .

Meski khusyuk tidak mudah ,khusyuk tentu dapat diraih oleh seoang mukmin dengan latihan terus menerus .Ada beberapa langkah untuk meraih khusyuk diantaranya ;
Persiapan shalat sebaik mungkin seperti memakai pakaian terbaik , bersih dan suci. Allah SWT berfirman : “ Wahai anak , cucu Adam pakailah pakainmu yang indah pada setiap memasuki masjid’….” ( Al-Araf :31).

Tumakninah yaitu tenang dalam melakukan setiap gerakan shalat hingga sempurna
Tartil dalam membaca Al Quran dan menadaburi maknanya
Menadaburi tiap bacaan shalat yang berupa zikir dan doa, terlebih ketika sedang sujud
Hindari shalat sambil menahan buang air .Rasulullah SAW bersabda :”Tidak sempurna shalat seseorang apabila makanan yang telah dihidangkan atau apabila dia menahan buang air besar atau kecil”. ( HR.Bukhari).*

Penulis Dede Supriatna Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM .

Pos terkait