5 Kekalahan Beruntun, Rosenior Semprot Performa Buruk Chelsea

Liam Rosenior, meminta maaf kepada fans Chelsea usai kekalahan 3-0 atas Brighton.(instagram @fabriziorom).**

SATUMEDIA.ID – Liam Rosenior tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Chelsea dipaksa menyerah 0-3 dari Brighton dalam lanjutan Premier League di Amex Stadium. Gol cepat tuan rumah di menit awal langsung membuat The Blues kesulitan mengembangkan permainan, sebelum dua gol tambahan di babak kedua memastikan kekalahan telak bagi tim tamu.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Chelsea yang kini sudah menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa sekalipun mencetak gol. Rosenior menilai timnya tampil jauh di bawah standar, terutama dalam hal dasar permainan seperti duel dan determinasi di lapangan.

“Dalam hal-hal mendasar, dalam kebanggaan yang seharusnya kalian miliki saat mengenakan seragam ini, itu tidak bisa diterima,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya ada pada dirinya sebagai pelatih, tetapi para pemain juga harus melakukan evaluasi terhadap performa mereka.

“Saya selalu membela para pemain, dan saya bertanggung jawab. Saya selalu mengatakan itu. Tapi setelah malam ini, saya rasa para pemain juga perlu bercermin atas apa yang mereka tampilkan. Kami kalah dalam 80 persen duel. Kami tidak memenangkan satu pun duel udara. Dua gol terjadi saat kami seharusnya bisa menyundul bola. Di level mana pun, jika Anda membuat kesalahan seperti itu dan kurang terlibat dalam permainan, Anda tidak akan memenangkan pertandingan.

“Saya melihat komitmen saat melawan Manchester United tiga hari lalu. Kami memang kalah, tapi performanya sangat, sangat bagus. Hari ini benar-benar kebalikannya dalam segala aspek. Itu yang paling membuat saya kecewa.”

Di tengah tekanan yang meningkat, Rosenior memahami kekecewaan para pendukung dan kini fokus mengangkat mental tim jelang semifinal FA Cup melawan Leeds United. Ia menegaskan akan bekerja keras bersama staf dan pemain untuk membalikkan situasi.

“Saya mengerti mengapa para penggemar frustrasi. Saya juga frustrasi dengan performa yang kami tampilkan. Saya hanya harus terus bekerja keras bersama staf dan para pemain.

“Saya perlu bekerja bersama staf selama 24 jam. Kami harus membuat keputusan yang tepat untuk tim menjelang pertandingan besar hari Minggu. Dan kami akan melakukan yang terbaik untuk membalikkan keadaan.”

Pos terkait