Bangkit dari Kualifikasi yang Buruk, Swedia Siap Kejutkan Dunia di Piala Dunia 2026

Skuad Swedia di Piala Dunia 2026.(instagram @swemnt).**

SATUMEDIA.ID – Swedia akan memulai petualangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi wakil Afrika, Tunisia, pada laga perdana Grup F yang berlangsung Senin (15/6/2026) pukul 09.00 WIB di Estadio Monterrey, Meksiko. Stadion berkapasitas lebih dari 53 ribu penonton yang menjadi markas C.F. Monterrey tersebut akan menjadi saksi langkah awal Timnas Swedia dalam upaya mengukir prestasi di panggung sepak bola terbesar dunia.

Persaingan di Grup F dipastikan berlangsung ketat. Selain Tunisia dan Swedia, grup ini juga dihuni dua tim kuat lainnya, yakni Belanda dan Jepang. Karena itu, meraih hasil positif pada pertandingan pertama menjadi target penting bagi skuad asuhan Graham Potter.

Swedia kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah absen pada edisi 2022. Penampilan terakhir mereka terjadi pada Piala Dunia 2018 di Rusia, saat berhasil melaju hingga babak perempat final sebelum dihentikan Inggris dengan skor 2-0. Sementara itu, pencapaian terbaik Blågult sepanjang sejarah masih terjadi pada Piala Dunia 1958 ketika mereka menjadi runner-up setelah kalah 5-2 dari Brasil yang diperkuat legenda-legenda seperti Pelé, Garrincha, dan Vavá.

Menariknya, perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Mereka tampil mengecewakan pada fase grup kualifikasi Zona Eropa dengan finis di dasar klasemen Grup B. Dari enam pertandingan, Swedia hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan empat kekalahan, berada di bawah Swiss, Kosovo, dan Slovenia.

Namun, harapan mereka tetap hidup berkat performa gemilang di UEFA Nations League Liga C. Swedia berhasil keluar sebagai juara grup dan mendapatkan kesempatan tampil di jalur play-off Piala Dunia. Kesuksesan tersebut juga membawa mereka promosi ke UEFA Nations League Liga B untuk musim berikutnya.

Momentum kebangkitan Swedia semakin terasa setelah Graham Potter ditunjuk sebagai pelatih pada November 2025 menggantikan Jon Dahl Tomasson. Mantan pelatih Brighton dan Chelsea itu sukses mengubah wajah tim dalam waktu singkat. Di bawah arahannya, Swedia menyingkirkan Ukraina dan Polandia secara dramatis di babak play-off untuk mengamankan tiket ke Amerika Utara.

Datang ke Piala Dunia 2026, Swedia diperkuat sejumlah pemain yang tengah bersinar di kompetisi elite Eropa. Lini depan menjadi salah satu kekuatan utama mereka dengan hadirnya Viktor Gyökeres dan Alexander Isak. Gyökeres yang menjalani musim debut impresif bersama Arsenal bahkan sukses membantu The Gunners meraih gelar Liga Inggris, sementara Isak terus menunjukkan ketajamannya bersama Liverpool.

Di sektor tengah, Lucas Bergvall yang berkembang bersama Tottenham Hotspur siap menjadi motor permainan. Kecepatan Anthony Elanga dari Newcastle United juga dapat menjadi senjata berbahaya dalam skema serangan balik. Sementara di lini belakang, kapten Victor Lindelöf yang baru saja meraih gelar Liga Europa bersama Aston Villa akan memimpin pertahanan bersama bek tangguh Atalanta, Isak Hien.

Secara tradisional, Swedia dikenal sebagai tim yang mengandalkan organisasi permainan yang disiplin. Pertahanan rapat, kerja sama antarlini yang solid, serta serangan balik cepat masih menjadi ciri khas permainan mereka. Gaya pragmatis tersebut terbukti efektif dalam berbagai turnamen besar dan kembali menjadi andalan di bawah sentuhan Graham Potter.

Target utama Swedia tentu adalah lolos dari fase grup yang dihuni lawan-lawan tangguh. Namun, lebih dari itu, mereka juga berharap dapat mengulang kenangan manis Piala Dunia 1994. Saat itu, turnamen yang juga digelar di Amerika Serikat menjadi panggung bagi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Swedia, yakni finis di posisi ketiga.

Kini, tiga dekade lebih setelah kisah bersejarah tersebut, Blågult kembali menginjak tanah Amerika Utara dengan harapan besar. Perjalanan mereka akan dimulai dari Monterrey, dan Tunisia menjadi rintangan pertama yang harus dilewati untuk membuka jalan menuju babak berikutnya.*

Pos terkait