SATUMEDIA.ID -Atlet para atletik asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, sukses mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perak pada ajang TLAXCALA 2026 World Para Athletics Grand Prix edisi ke-12 di Meksiko.
Raihan tersebut semakin mengukuhkan kiprah atlet Indonesia di level internasional sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bandung Barat.
Jaenal meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putra kelas T54. Ia kemudian tampil dominan di nomor lari 400 meter T54 dengan menyabet medali emas, sebelum kembali naik podium tertinggi bersama tim estafet campuran universal 4×100 meter.
Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, mengatakan keberhasilan Jaenal merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Prestasi yang diraih Jaenal merupakan buah dari proses pembinaan yang kami lakukan secara berkesinambungan. Kami terus menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah di Kabupaten Bandung Barat untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi hingga tingkat internasional,” kata Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, Senin (28/7/2026).
Meski demikian, Acep mengakui pembinaan atlet difabel di daerah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana latihan yang belum sepenuhnya memenuhi standar internasional.
Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan. Namun, kami juga berharap prestasi atlet dibarengi dengan dukungan pembinaan yang lebih optimal, terutama dari sisi anggaran serta ketersediaan fasilitas latihan yang sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Acep, dukungan pemerintah pusat sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembinaan atlet, baik melalui alokasi anggaran maupun penyediaan fasilitas pemusatan latihan.
“Keberadaan fasilitas latihan yang dimiliki NPC Pusat sangat membantu atlet untuk fokus meningkatkan kemampuan tanpa terkendala sarana. Dengan begitu, mereka mampu bersaing dengan atlet dari negara-negara lain,” ujarnya.
Ia berharap dukungan terhadap pembinaan atlet di daerah terus ditingkatkan agar potensi atlet-atlet disabilitas dapat berkembang secara maksimal.
“Daerah memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembinaan. Karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar atlet dapat berkembang secara maksimal dan mampu menjaga prestasinya,” tutur Acep.
Acep menambahkan, prestasi Jaenal juga menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Setiap individu memiliki kesempatan untuk mengenali bakat yang dimiliki dan menunjukkan kemampuannya kepada dunia,” ucapnya.
Menurut dia, keberhasilan Jaenal merupakan buah dari disiplin, kerja keras, dan konsistensi dalam menjalani latihan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa atlet disabilitas mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di panggung olahraga dunia.
“Pada akhirnya, setiap medali yang diraih merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan latihan yang dijalani dalam waktu yang panjang. Kami berharap semakin banyak atlet asal Bandung Barat yang mampu mengikuti jejak Jaenal mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya.*




