SATUMEDIA.ID – Arema FC mulai mengalihkan fokus sepenuhnya ke Super League 2026/27 setelah menyelesaikan rangkaian turnamen pramusim. Singo Edan menjadikan pengalaman dari lima pertandingan yang telah dilalui sebagai modal untuk mematangkan skuad sebelum kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut resmi bergulir pada 4 September 2026.
Meski perjalanan Arema FC harus berakhir di semifinal, Marcos Santos tidak melihat hasil tersebut sebagai sesuatu yang mengecewakan. Pelatih asal Brasil itu justru menilai turnamen pramusim memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam proses menyatukan pemain lama dan wajah-wajah anyar. Menurutnya, perkembangan tim terlihat dari pertandingan ke pertandingan, sekaligus membantu pemain memahami tuntutan dan tekanan ketika berseragam Arema FC.
Turnamen tersebut juga menjadi ajang bagi tim pelatih untuk mengukur kualitas setiap pemain. Marcos bisa melihat langsung siapa saja yang sudah siap memberikan kontribusi maksimal dan siapa yang masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Evaluasi itu dinilai penting agar Arema FC memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan tim sebelum menghadapi persaingan panjang di musim baru.
Di sisi lain, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut susunan skuad saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Empat pemain asing anyar yang didatangkan juga disebut sudah sesuai dengan kebutuhan serta skema yang diinginkan Marcos Santos. Kendati demikian, Arema FC belum menutup pintu transfer.
Hasil evaluasi selama pramusim masih bisa menjadi dasar bagi manajemen untuk mendatangkan pemain tambahan atau melepas pemain yang dinilai belum sesuai kebutuhan tim.*





