SATUMEDIA.ID – Rafael Struick harus duduk di kursi penonton saat rekan-rekannya di Timnas U-23 Indonesia menghadapi Uzbekistan di laga semifinal yang digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024).
Striker Timnas U-23 Indonesia itu tak bisa main di semifinal akibat kartu kuning yang diterimanya setelah melanggar Eom Ji-sung pada menit ke-20 di perempat final lawan Korea Selatan. Sebelumnya, saat melawan Yordania di babak grup, dia juga mendapat kartu kuning.
Dalam laga yang diakhir drama adu penalti itu, Struick menyumbang tiga gol. Dua gol diciptakannya pada 90 menit pertandingan dan satu gol di eksekusi tendangan penalti.
Uzbekistan merupakan salah satu kekuatan di Piala Asia. Kekuatan Uzbekistan sudah terbukti di fase grup dengan menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan, termasuk menyingkirkan juara bertahan, Arab Saudi, di semifinal.
Uzbekistan juga sangat produktif dengan melesakkan 12 gol dan tanpa kebobolan sejak babak fase grup sampai perempat final.
“Kami menonton pertandingan mereka melawan Arab Saudi. Saya pikir mereka adalah tim yang bagus. Mereka juga menang (di babak grup) dengan sembilan poin dan nol gol. Jadi, ya, ini adalah tim yang kuat,” kata Struick dikutip dari laman PSSI.
Meski mengakui kekuatan Uzbekistan U-23, Struick yakin Garuda Muda bisa memberikan perlawanan. Menurutnya, Garuda Muda pantas diperhitungkan setelah mengalahkan Australia dan Yordania di fase grup, kemudian menyingkirkan Korsel di perempat final.
“Kami juga tim kuat, jadi ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” ucapnya.
Rafael Struick menimba ilmu sepak bola di Akademi Forum Sport, kemudian pindah ke RKAVV Leidschendam pada 2020.
Namun, ia tidak lama di akademi tersebut, karena Rafael langsung masuk Akademi ADO Den Haag. Kini ia tercatat sebagai pemain senior di tim Liga 2 Belanda itu.
Struick pernah main di Keuken Kampioen Divisie dalam dua laga. Namun, Struick kini dipinjamkan ke ADO Den Haag U-21.
Bersama ADO U-21, Struick telah mencetak satu gol dan dua assist dari sembilan laga. Ia biasa main sebagai winger kiri, bisa juga jadi winger kanan hingga penyerang utama.*





