SATUMEDIA.ID – Mengadopsi program retreat (pembekalan) yang digulirkan Presiden Prabowo kepada kepala daerah hasil Pilkada 2024, kini Pemkot Cimahi juga akan menggelar kegiatan serupa.
Rencana program retreat versi Pemkot Cimahi ini disampaikan Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Menurutnya, retreat sangat penting dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan sehingga dapat bekerja lebih efektif dalam melayani masyarakat.
“Retret akan diikuti aparatur sipil negara (ASN) eselon 2 dan 3 selama tiga hari. Pesertanya sekitar 60 orang selama 3 hari,” kata Ngatiyana di Pemkot Cimahi, beberapa hari lalu.
Ia menambahkan, retreat akan dilaksanakan di bulan suci Ramadan ini. Tepatnya di pertengahan puasa.
“Kenapa di bulan puasa kita lakukan? Agar meresapi bahwa puasa bukan merupakan penghalang, tetapi itu adalah ujian. Kuat atau tidak kita dalam melaksanakan puasa dihadapkan dengan kegiatan-kegiatan di lapangan,” ujarnya.
Ia menyebut, ada sejumlah tempat yang bisa dijadikan lokasi retreat.Di antaranya Pusat Pendidikan Infantri (Pusdikif) Cipatat dab Dodik Bela Negara di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan sejumlah opsi tempati di Kota Cimahi.
“Kemarin baru menghubungi ke Pusdikif. Sedang dikomunikasikan, mudah-mudahan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan diadakannya retret ini untuk meningkatkan kerja sama dan semakin menguatkan jiwa korsa para pejabat di Pemkot Cimahi.
“Sehingga nanti akan terbentuk kerja sama yang kuat, saling tolong-menolong, saling mengisi, sehingga tidak mengedepankan ego sektoral bagi tiap-tiap dinas, sehingga saling mengisi,” tuturnya.
Ngatiyana mengatakan, retreat memiliki banyak manfaat seperti apa yang dirasakannya selama delapan hari di Akmil Magelang.
“Kekuatan kebersamaan antar kepala daerah menjadi langkah maju untuk kesejahteraan masyarakat. Karena ke depan kita bisa saling bekerjasama dalam rangka memajukan daerah. Begitupun retreat di Pemkot Cimahi, saya menyakini akan banyak manfaat yang dirasakan,” tandasnya.*





