Bupati Bandung Selamatkan Masa Depan Isman, Tebus Langsung Ijazah yang Ditahan Sekolah

Bupati Bandung Dadang Supriatna memeriksa ijazah milik Isman yang ditahan pihak sekolah karena menunggak.SPP. (tangkapan layar).*

SATUMEDIA.ID – Isman merupakan salah satu siswa di Kabupaten Bandung yang ijazahnya ditahan pihak sekolah,  karena alasan belum membayar sumbangan pembinaan pendidikan atau lebih dikenal dengan sebutan SPP.

Dirinya tengah berbahagia karena ijazah yang begitu dinantinya, akhirnya bisa diterima. Adalah Bupati Bandung Dadang Supriatna yang membayarkan tunggakan SPP-nya kepada pihak SMA swasta di Kabupaten Bandung.

Dari unggahan Instagram Bupati Bandung Dadang Supriatna, terungkap Isman memiliki tunggakan kepada salah satu sekolah swasta sebesar Rp5.025.000. Akibat tunggakan itulah, pihak sekolah kemudian menahan ijazah Isman.

Terlihat dari video Instagram Bupati Dadang Supriatna, raut wajah Isman menunjukkan kebahagian. Kini, ijazah yang sudah berada di tangannya bisa digunakan untuk melanjutkan sekolah ataupun modal dasar untuk melamar pekerjaan.

Bupati menuliskan dalam unggahan nya, total 60.000 ijazah siswa di Kabupaten Bandung tertahan akibat kendala biaya. Dari jumlah tersebut, saya telah membebaskan 8.206 ijazah melalui kolaborasi dengan Forum Silaturahmi Pendiri dan Pengelola Sekolah Swasta (FSP2SS) Kabupaten Bandung agar para alumni sekolah swasta bisa kembali melangkah meraih masa depan,” kata Bupati Dadang Supriatna.

“Secara aturan, kewenangan SMA dan SMK memang berada di pemerintah provinsi. Namun, saya tidak bisa tinggal diam melihat ribuan anak kehilangan kesempatan hanya karena selembar ijazah yang tertahan. Itulah sebabnya saya turun tangan, termasuk menebus ijazah Isman, seorang pemuda dari Desa Panyadap, Solokanjeruk, yang terhambat menggapai mimpinya karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya.

Kabar baiknya, Gubernur KDM telah memastikan bahwa sisa 51.794 ijazah yang masih tertahan akan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi. Ini adalah langkah besar untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan haknya dalam pendidikan hanya karena faktor biaya.

“Bagi saya, pendidikan adalah hak setiap anak, bukan sekadar angka dalam data. Saya akan terus hadir, mencari solusi, dan memastikan generasi muda Kabupaten Bandung bisa melangkah ke masa depan tanpa hambatan,” kata Kang DS panggilan akrab Bupati Bandung Dadang Supriatna*

 

Pos terkait