BPBD Kabupaten Bandung Petakan Titik  Rawan Bencana di Jalur Mudik Selatan

Kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan biasa setiap arus mudik Lebaran/Pixabay

SATUMEDIA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengingatkan kepada pemudik yang melewati jalur selatan Bandung-Garut, Nagreg untuk meningkatkan kewaspadaan bilamana terjadi hujan lebat.

“Jalur utama itu selain menjadi langganan macet, juga rawan kecelakaan, banjir, angin kencang, dan longsor. Terutama banjir jika turun hujan lebat dengan intensitas lama. Tak hanya di Nagreg tapi juga kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama, Sabtu (22/3/2025).

Ia merinci, titik rawan banjir berada di Jalan Rancaekek – Nagreg (Area PT Kahatex Rancaekek). Sementara Jalan Nasional Bandung – Garut rawan longsor, tepatnya di Jalan Rancaekek – Nagreg (Area Lembah Nagreg Heritage dan Lingkar Nagreg).

Sementara jalur alternatif Ciwidey – Pangalengan (Jalan Gambung) yaitu rawan longsor, rawan angin kencang dan pohon tumbang.

“Jalur alternatif Cikancung – Cijapati
rawan longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” sebutnya.

BPBD juga menyebut jalur rawan longsor, pohon tumbang dan angin kencang menuju kawasan wisata, yaitu di kawasan Cimenyan, Rancabali dan Pangalengan.

Lebih jauh dikatakannya, BPBD Kabupaten Bandung sudah memetakan daerah rawan bencana dalam kesiapsiagaan bencana pada masa Idulfitri tahun 2025.

“Kami sudah memetakan potensi banjir dan gerakan tanah, selain potensi dan historis bencana di jalur mudik dan wisata Kabupaten Bandung. Termasuk strategi kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung dan rekomendasi dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, potensi banjir menengah di Kabupaten Bandung pada bulan Maret 2025, yaitu di Kecamatan Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimenyan, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Nagreg, Pangalengan, Paseh, Pasir Jambu, Rancabali, dan Rancaekek.

Sementara potensi banjir rendah, yaitu di Kecamatan Arjasari, Baleendah,
Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang,
Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang,
Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Ciparay,
Ciwidey, Dayeuhkolot, Ibun, Katapang,
Kutawaringin, Majalaya, Margaasih,
Margahayu, Nagreg, Pameungpeuk,
Pangalengan, Paseh, Pasirjambu,
Rancabali, Rancaekek, Solokanjeruk,
Soreang.

“Potensi gerakan tanah di Kabupaten Bandung pada bulan Maret 2025, yaitu di Kecamatan Arjasari dan Banjaran dengan potensi menengah-tinggi dan berpotensi banjir bandang, dan memicu aliran bahan rombakan,” sebutnya.

Sedangkan di Kecamatan Baleendah, Cicalengka, Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Ciparay, Kutawaringin, Margaasih, Nagreg, Pacet, Pameungpeuk, Pangalengan, Paseh dengan potensi gerakan tanah menengah-tinggi.

Selanjutnya, di Kecamatan Cimaung, Cimenyan, Ibun, Kertasari, Majalaya, Pasirjambu, Rancabali, Soreang dengan potensi gerakan tanah menengah-tinggi dan berpotensi banjir bandang/aliran bahan rombakan.

“Terkait hal itu, BPBD melaksanakan pemetaan Posko siaga bencana, persiapan peralatan dan logistik siaga, pengerahan kesiapan personel dan relawan, sistem peringatan dini dan monitoring cuaca, dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat,” ujarnya.

Uka Suska mengutarakan rekomendasi dan langkah mitigasi dalam menghadapi potensi kerawanan tersebut. Bagi pemerintah, kata dia, melaksanakan penguatan infrastruktur, normalisasi drainase di jalur rawan banjir. Penguatan tebing di daerah rawan longsor dan pemasangan rambu peringatan bencana.

“Peningkatan kapasitas personel mulai pelaksanaan pelatihan penanganan darurat bagi petugas posko, dan simulasi evakuasi di jalur rawan bencana,” katanya.

“Kami pun melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari pelaksanaan kampanye mitigasi bencana melalui media sosial dan publikasi peta jalur aman dan alternatif,” sebutnya.

“Gunakan jalur yang direkomendasikan. Hindari jalanan berbukit saat hujan lebat,” pungkasnya.*

 

Pos terkait