Terungkap Misteri Pembukaan Lahan di Lereng Gunung Tangkubanparahu, Ternyata Milik Perusahaan Ini

Foto diduga proyek pembukaan lahan di lereng Gunung Tangkubanparahu tepatnya di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) heboh di media sosial.(Instagram).**

SATUMEDIA.ID – Foto diduga proyek pembukaan lahan di lereng Gunung Tangkubanparahu tepatnya di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) heboh di media sosial.

Dari foto yang ramai di media sosial Instagram tersebut, memperlihatkan aktivitas sebuah proyek berskala besar. Di tengah rimbunnya pepohonan, terdapat sebuah lahan cukup luas yang sudah dilakukan cut and fill dan jalan memajang menyusuri pegunungan.

Terlihat juga sejumlah alat berat berada di lokasi tersebut. Foto memperlihatkan perusakan area hutan dan tanaman teh karena tangkapan kamera sangat kontras dengan kondisi di sekililing proyek yang berada di area rimbun vegetasi hutan Kawasan Bandung Utara (KBU).

foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram Ketua Asosiasi Profesi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Deni Sugandi.

“Saya mengambil foto tersebut melalui pesawat drone saat melaksanakan kegiatan pemanduan wisata Geourban Gunung Tangkuban Parahu bersama anggota komunitasnya, pada 23 Maret 2025,” kata Deni saat dikonfirmasi.

Ia menceritakan, pengambilan foto itu tanpa sengaja. Ketika itu, Deni sedang melaksanakan kegiatan pemanduan wisata Geourban Gunung Tangkubanparahu memakai jalur perkebunan teh Sukawana lewat trek 11 menuju puncak Upas.

“Saya menerbangkan drone untuk melihat bentang alam di sekitar perkebunan teh. Pada saat itulah, drone menangkap aktivitas pembukaan lahan. Hanya memang jaraknya terlalu jauh, pesawat enggak bisa sampai ke lokasi saya pakai zoom untuk memotret objek tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, proyek itu berada di lahan perkebunan teh Sukawana milik PTPN VIII. Menghilangkan pohon teh yang jadi penguat lereng dan resapan air.

Dirinya menyayangkan aktivitas pembukaan lahan skala besar di kawasan itu karena lokasi proyek berada di lereng gunung Tangkubanparahu yang ditetapkan masuk KBU sebagai fungsi konservasi tangkapan air di Cekungan Bandung.

“Lokasi itu menjadi salah satu akses pendakian ke Gunung Tangkubanparahu. Sejak ada proyek tersebut jadi sulit karena dipasang pagar,” sebutnya.

Dirinya meminta pemerintah meninjau ulang proyek yang dikabarkan bakal jadi tempat wisata baru itu. Berdampak pada hilangnya daerah resapan. Kalau hilang dampak banjir dan longsor,” imbuhnya.

Terungkap, bahwa lokasi tersebut akan dijadikan Kawasan Wisata Eiger Camp. Fakta tersebut diungkapkan Manajemen Eiger Camp Sutarman.

Ia menyatakan bahwa perizinan kawasan wisata tersebut sudah lengkap dan diproses sejak tahun 2020 kerja sama dengan PTPN .

‘”Kawasan Wisata Eiger Camp perizinannya sudah lengkap dan terpasang di bender besar di Pos Sukawana,” ujar Sutarman.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Thio Setiowekti menyatakan bahwa kawasan tersebut bukan lereng Gunung Tangkubanparahu karena ketinggiannya di bawah 1000 dpl.

“Tapi merupakan kawasan PTPN 1 Regional 2, Kebun Sukawana, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat ‘, ujar Thio *

 

Pos terkait