Ledakan Nyamuk di Waduk Saguling Meluas, FPLH Desak Status KLB

FPLH bersama Baguna PDIP Jawa Barat melakukan peninjauan ke lokasi penyebaran nyamuk di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB, Rabu (13/5/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Ledakan populasi nyamuk di kawasan perairan Waduk Saguling, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kian mengkhawatirkan. Serangan nyamuk kini tak hanya meneror permukiman di Desa Rancapanggung

Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat, Thio Setiowekti, mengatakan penyebaran nyamuk kini sudah menjangkau Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, hingga Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin.

“Nyamuk mulai menyerang perkampungan di Desa Cikadu dan Desa Mukapayung. Tentunya ini sangat memprihatinkan,” kata Thio, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, fogging atau pengasapan yang selama ini dilakukan memang mampu memutus rantai nyamuk dewasa. Namun, langkah tersebut dinilai belum efektif membasmi jentik nyamuk yang berkembang biak di hamparan eceng gondok  perairan Waduk Saguling.

“Fogging tetap harus berjalan, tapi harus dibarengi pembersihan eceng gondok. Penanganannya harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Thio menjelaskan, menyusutnya debit air waduk membuat eceng gondok perlahan bergeser ke tengah perairan. Kondisi itu diharapkan dapat membantu mengurangi jentik nyamuk karena menjadi santapan ikan sebagai musuh alami.

Meski demikian, ia menegaskan pembersihan eceng gondok tetap harus dipercepat agar ledakan populasi nyamuk tidak semakin meluas.

“Bagaimanapun juga kondisi sekarang sudah menjadi bencana ekologis. Karena itu perlu diterapkan status kejadian luar biasa (KLB) supaya penanganannya lebih menyeluruh,” katanya.

FPLH Jawa Barat bersama Baguna PDIP Jawa Barat pun berencana turun langsung membantu penanganan dengan melakukan fogging di sejumlah kampung terdampak.

“Kami sudah meninjau ke lapangan. Rencananya akan ditindaklanjuti dengan fogging di daerah terdampak sebagai upaya menekan ancaman bahaya ekologis,” ucap Thio.

Sebelumnya, warga RW 10 Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, mengaku tak bisa lepas dari obat nyamuk bakar akibat serangan nyamuk yang semakin masif dalam tiga bulan terakhir.

“Sekarang siang juga harus nyalain obat nyamuk. Kalau malam sudah pasti. Banyak banget nyamuknya,” kata seorang warga, Imeh (53).

Bahkan, demi mengusir nyamuk yang masuk ke rumah, sebagian warga mengaku bisa menghabiskan satu dus obat nyamuk bakar dalam sehari.

“Sehari sekarang bisa habis satu dus, karena bukan malam saja pakainya, tapi setiap hari,” ujarnya.*

Pos terkait