Pembersihan Eceng Gondok di Waduk Saguling Berlanjut, Populasi Nyamuk di Rancapanggung Mulai Menurun

Pembersihan hamparan eceng gondok di Waduk Saguling, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus dilakukan, Jumat (24/7/2026).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pembersihan hamparan eceng gondok di Waduk Saguling, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih terus dilakukan. Upaya yang melibatkan PT PLN Indonesia Power bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi itu mulai berdampak pada berkurangnya populasi nyamuk yang selama beberapa bulan terakhir meresahkan warga.

Sekretaris Desa Rancapanggung, Yedi Setiadi, mengatakan proses pengangkatan eceng gondok dengan alat berat masih berlangsung. Pembersihan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang dipenuhi gulma air.

“Sampai hari ini masih dilakukan kegiatan pembersihan eceng gondok dari Waduk Saguling dengan menggunakan alat berat oleh PT IP dan dinas,” kata Yedi saat dihubungi, Sabtu (25/7/2026).

 Yedi mengatakan hasil pembersihan mulai dirasakan masyarakat. Meski nyamuk masih ditemukan di sejumlah permukiman, jumlahnya tidak lagi sebanyak sebelum pengangkatan eceng gondok dilakukan.

“Nyamuk masih ada, tapi tidak sebanyak sebelum dilakukan pembersihan Waduk Saguling dari eceng gondok,” ujarnya.

Selain membersihkan waduk, pemerintah desa juga terus melakukan fogging sebagai langkah pengendalian populasi nyamuk. Pengasapan dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali di wilayah yang masih menjadi titik konsentrasi nyamuk.

“Fogging kita laksanakan setiap dua hari sekali. Untuk obat dan solarnya dari desa,” ucap Yedi.

Sebelumnya, ledakan populasi nyamuk hanya terjadi di lima RW, yakni RW 4, RW 5, RW 8, RW 10, dan satu RW lainnya. Namun, dalam beberapa pekan terakhir penyebarannya meluas hingga hampir seluruh wilayah Desa Rancapanggung.

Warga mengaku aktivitas pada sore hingga malam hari terganggu akibat banyaknya nyamuk yang berasal dari kawasan Waduk Saguling. Bahkan, serangga tersebut sempat memenuhi area sekitar Kantor Desa Rancapanggung.

Pembersihan eceng gondok telah dimulai sejak 29 Juni 2026 dengan melibatkan sekitar 350 personel gabungan dari PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat, TNI, Polri, serta relawan.

Manajer Administrasi UBP Saguling PT PLN Indonesia Power, Huta Rianto, mengatakan eceng gondok saat ini menutupi sekitar 120 hektare perairan Waduk Saguling yang tersebar di 13 titik. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 hektare berada di wilayah Desa Rancapanggung.

“Di daerah Rancapanggung ini menjadi yang terluas sebaran eceng gondoknya. Perairan yang tertutup gulma mencapai 70 hektare. Untuk pembersihan total di Rancapanggung saja membutuhkan waktu hingga dua bulan, dengan syarat pembersihan dilakukan setiap hari,” ujar Huta beberapa waktu lalu.

Menurut dia, percepatan pembersihan dilakukan dengan mengerahkan dua alat berat, perahu ponton, armada pengangkut, serta melibatkan masyarakat dan berbagai instansi terkait.

Saat ini seluruh alat berat difokuskan di Desa Rancapanggung, sementara pembersihan di titik lainnya tetap berlangsung secara paralel. PT PLN Indonesia Power menargetkan sekitar 30 persen eceng gondok di Waduk Saguling dapat terangkat dalam satu bulan ke depan.

“Kegiatan ini dipusatkan di Desa Rancapanggung, namun secara bersamaan juga dilakukan di sejumlah titik lain, meliputi tiga lokasi di Kecamatan Cililin dan empat lokasi di Kecamatan Cihampelas,” kata Huta.*

Pos terkait