Kunjungan Wisatawan ke KBB Selama Libur Lebaran 2025 Turun 10 Persen

Perahu naga di destinasi wisata Floating Market Lembang, KBB.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada libur Lebaran 2025 turun sekitar 10 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB total kunjungan sebanyak 250.324 wisatawan.

“Data tersebut diambil dari kunjungan 20 destinasi wisata terbesar di KBB. Memang jika dibandingkan tahun 2024, angka kunjungan mengalami penurunan sekitar 10 persen,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Akhmad Panji Hernawan melalui Kepala Bidang Pariwisata David Oot saat dihubungi, Senin (14/4/2025).

Ia menyebut, 20 destinasi wisata yang data kunjungan wisatawannya pada libur Lebaran 2025 masuk ke Disparbud KBB adalah, Curug Malela, Guha Pawon, Maribaya Natural Hot Hotspring, Stone Garden Desa Wisata Kertawangi, Taman Lembah Dewata.

Selanjutnya, Floating Market Lembang, Lembang Park & Zoo, Orchid Forest Cikole, Farmhouse, The Great Asia Afrika, Minimania Lembang, Dusun Bambu, Terminal Wisata Grafika Cikole, The Lodge Maribaya, Sarae Hill, Wahoo Waterworld, Dago Dream Park, Nice Park, dan Tepi Gunung.

“Penurunan bisa karena kondisi ekonomi, terjadinya PHK dan faktor lainnya yang membuat masyarakat menunda berwisata di momen libur lebaran,” ujarnya.

Diakuinya, pada momen libur Lebaran 2025 meski terjadi penurunan kunjungan wisatawan, namun lalu lintas menuju arah Lembang dan sekitar mengalami kepadatan.

“Bisa dianalisa juga, meski terpantau di Lembang terjadi kepadatan kendaraan saat momen libur Lebaran 2025, hal ini tidak dapat dikatakan akan berimbas pada tingkat kunjungan ke destinasi wisatanya atau ke hotel untuk stay. Namun wisatawan tersebut mungkin hanya sekadar makan dan minum saja ke restoran,” sebut David.

Lebih jauh dikatakannya, meski tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan, namun dari segi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata KBB khususnya dari pajak meningkat signifikan dari data tahun 2022, 2023 dan 2024.

“Memang dari tingkat kunjungan mengalami penurunan, namun pajaknya justru meningkat. Jadi boleh dikatakan, kualitas meningkat dibandingkan kuantitas,” ujarnya.

Sementara itu, tingkat hunian kamar hotel atau okupansi hotel selama momen Lebaran 2025 rata-rata sebesar 61 persen. Data okupansi tersebut dari 15 buah hotel periode 28 Maret sampai 7 April 2025.

“Okupansi setiap hotel tentunya tidak akan sama. Ada yang memang sedikit, tapi ada juga yang kamarnya terisi banyak,” kata David.*

Pos terkait