Berlantai Kaca, Teras Sriwijaya Membentang di Atas Sungai Cimahi

Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira meninjau lokasi yang bakal dibangun Teras Sriwijaya. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kota Cimahi akan lebih dipercantik dengan dibangunnya Teras Sriwijaya yang membentang di atas aliran Sungai Cimahi. Rencananya, bagian lantai berlantai kaca itu merupakan bagian dari penataan kawasan pedestrian di Kota Cimahi

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan pembangunan Teras Sriwijaya akan dimulai pada 2026. Menjadi solusi untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) tanpa mengganggu arus lalu lintas dan ruang pejalan kaki.

“Selama ini, PKL kerap berjualan di bahu dan trotoar Jalan Sriwijaya. Jelas jadi mengganggu lalu lintas. Maka pedestrian akan kita perbaiki untuk pejalan kaki, sementara para pedagang akan kita tempatkan di atas kaca yang membentang di atas sungai. Sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas lagi,” kata Ngatiyana, Selasa (15/4/2025).

Menurutnya, Teras Cihampelas akan dibangun dengan desain yang ramah lingkungan dan tidak akan mengganggu aliran Sungai Cimahi. Dimana kacanya tidak menutup semua, ada celah-celah untuk sirkulasi dan perbaikan.

“Dibuatnya tidak permanen dan tetap ranah lingkungan. Sebagai bagian dari persiapan penataan itu, pemerintah sudah merobohkan pagar di trotoar Jalan Sriwijaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya pembangunan dan penataan kawasan pedestrian dan Teras Sriwijaya akan menggunakan dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor.

“Terlebih pak Gubernur (Dedi Mulyadi) sudah menyatakan bahwa pajak kendaraan bermotor harus digunakan untuk perbaikan jalan dan turunannya seperti kawasan pedestrian dan sebagainya.Dana opsen bagi hasil, itu salah satunya kita kembalikan ke jalan,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira
menambahkan, rencana pembangunan Teras Sriwijaya akan dimulai dengan membuat Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) pada tahun ini.

“Melalui DED ini, kebutuhan anggaran akan tergambar. Paling tidak dianggaran perubahan tahun 2025 sehingga mungkin eksekusinya di anggaran murni 2026 untuk penataan. Sesuai arahan Pa Gubernur dana hasil opsen pajak yang diberikan pemerintah provinsi ke kota kabupaten itu harus kembali lagi ke jalan atau turunannya salah satunya pedestriannya, trotoar, draianse dan sebagainya,” tutur Adhitia.

Lebih jauh dikatakannya, pembuatan dokumen perencanaan penataan Teras Sriwijaya bersamaan dengan penataan kawasan pedestrian dari mulai Exit Tol Baros, Jalan Sriwijaya, Jalan Gandawijaya hingga Kawasan Alun-alun Cimahi.

“Konsep awal kita punya beberapa ruas, pertama Exit Tol Baros sebagai muka kota. Dari tengah kita mulai ditarik ke Jalan Sriwijaya masuk Jalan Gandawijaya terakhir Alun-alun Cimahi ke Pabrik Aci sampai nanti terakhir di Pasar Atas. Semua akan kita tata ulang dan di desain dengan benar,” kata Adhitia memberikan penjelasan.*

 

Pos terkait