SATUMEDIA.ID – Kabupaten Bandung menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diresmikan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya di Gedung Moch Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (31/7/2025) sore.
Pendirian Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto,
“Alhamdulillah hari ini sudah diresmikan Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Ini merupakan program strategis Pak Presiden Prabowo Insya Allah setelah hari ini dan seterusnya tempat ini bisa dijadikan perkumpulan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk membahas titik lokus yang belum dan sebagainya,” kata Bupati Dadang Supriatna dalam keterangannya.
Ia mengatakan, dirinya selaku Bupati Bandung bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana akan terus mengawal program MBG ini.
“Termasuk di sini ada mitra kerja Komisi IX DPR RI Pak Asep Romy Romaya akan memantau secara langsung. Sukses atau tidak suksesnya akan terpantau, sehingga bisa langsung koordinasi dengan kepada BGN,” ujarnya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna lebih lanjut mengatakan, bahwa program makan bergizi gratis ini adalah program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Ia sebagai Ketua Umum AKKOPSI (Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi), sehingga bisa komunikasi langsung secara nasional dengan para menteri. Program MBC yang merupakan program strategis Presiden Prabowo ini sangat luar biasa.
“Kami bersama Kepala BGN Prof Dadan Hindayana bersepakat akan mengawal suksesi pelaksanaan dan percepatan dalam program MBG yang tentunya menjadi harapan dan keinginan warga Negara Indonesia yang digagas oleh Pak Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Bandung mengucapkan terima kasih kepada Kepala BGN Prof Dadan Hindayana yang bisa hadir langsung dalam peresmian tempat atau kantor bersama prosesi mengawal program MBG.
“Mempunyai harapan dan cita-cita Pak Presiden Prabowo pada Desember 2025 ini hampir 30 ribu dapur sudah terselesaikan, khususnya di Kabupaten Bandung hampir 361 dapur ini harus betul-betul bisa terealisasi,” tuturnya.
Kang DS menyebutkan di Kabupaten Bandung sudah ada 32 dapur dan sudah aktif 22 dapur. Sementara masih dalam persiapan hampir 200 dapur, sehingga masih kekurangan sekitar 130 dapur.
“Saya siap mengawal dan saya siap menyukseskan hingga Desember 2025 mendatang 361 dapur selesai di Kabupaten Bandung. Saya akan turun langsung mengawal dan tidak perlu menunggu lama,” tandasnya.
Kang DS mengatakan program MBG ini untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak bangsa, mengurangi stunting serta memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang.
Sebagai daerah dengan jumlah penduduk lebih dari 3,7 juta jiwa, Kabupaten Bandung menyambut dengan antusias pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan pembentukan 358 SPPG yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung..
Adapun target penerima manfaat program MBG di Kabupaten Bandung mencapai 1.432.000 jiwa, yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Namun hingga kini, realisasi penerima manfaat bagi mencapai 130.144 jiwa,” sebutnya.
Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan, kata Kang DS, terutama dalam hal kesiapan sarana prasarana, seperti dapur MBG belum sepenuhnya memenuhi persyaratan teknis kesiapan pelayanan, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Untuk itu, kami mohon dukungan dari jajaran Bada Gizi Nasional agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung dapat lebih optimal dan menjangkau lebih banyak kelompok rentan yang membutuhkan,” harapnya.
Kang DS menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional dan seluruh jajaran Satgas MBG Kabupaten Bandung.
“Semoga langkah baik ini membawa maslahat dan mendorong percepatan terwujudnya Kabupaten Bandung lebih Bedas, maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna dan seluruh jajarannya yang begitu antusias dan sangat cepat untuk bekerjasama dengan BGN membentuk Satgas Pemda (Pemerintah Daerah) untuk percepatan penyelenggaraan program MBG.
“Ada tiga faktor dalam program MBG ini, yaitu anggaran, SDM dan infrastruktur. Anggaran dan SDM sudah kami selesaikan, tinggal infrastruktur. Infrastruktur ini baru bisa selesai kalau kami bekerjasama dengan kabupaten. Kami menginginkan infrastruktur ini selesai paling lambat bulan Oktober, sehingga bulan Nopember kami bisa melayani 100 persen penerima manfaat di Kabupaten Bandung” tuturnya.
“Mudah-mudahan bisa cepat lebih awal. Kita bisa cepat deklarasi 100 persen penerima manfaat di Kabupaten Bandung. Kalau bisa lebih awal, ini bisa jadi sejarah,” imbuhnya.
Dadan mengungkapkan MBG dipermudah dalam bekerjanya. Selama ini pihaknya belum berkoordinasi dengan pemerintah daerah karena menunggu SDM selesai.
“Sekarang SDM-nya sudah selesai, kemudian kami bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah. Ini sekretariat yang pertama diresmikan di seluruh Indonesia. Termasuk di Bogor juga ada,” kata Dadang.
Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki penduduk terbesar kedua di Jawa Barat. Dan Jawa Barat penduduk terbesar di seluruh Indonesia.
“Jadi kalau Bandung, Bogor dan seluruh Jawa Barat selesai, dampaknya secara nasional akan sangat besar. Saya optimis dengan bantuan semua pihak di Kabupaten Bandung 100 persen penerima manfaat akan tercapai sebelum Nopember,” tuturnya.
Sementara itu anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya mengatakan bahwa dengan diresmikannya atau dibukanya Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Bandung ini bisa menjadi motivasi bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
“Kami dari Komisi IX selalu mensupport. Apalagi ini salah satu mitra kerja di Komisi IX terkait program MBG Pak Presiden Prabowo yang sangat luar biasa,” katanya.
Menurutnya, Presiden Prabowo berharap program MBG ini bisa langsung menyentuh kepada masyarakat untuk persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Mudah-mudahan dengan launchingnya Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Bandung ini jadi motivasi yang sangat luar biasa. Dampaknya juga sangat luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan program strategis MBG ini akan berdampak baik pada ekonomi masyarakat.
“Jadi kami sangat berterima kasih dengan adanya program MBG ini. Saya dari Komisi IX siap mensupport apa yang dibutuhkan oleh Badan Gizi Nasional ini,” tandasnya.*





