Bupati Bandung Klaim Angka Stunting Terus Menurun

Bupati Dadang Supriatna saat bakti sosial percepatan penurunan stunting di wilayah hukum Polresta Bandung di Lapangan Barujati Kecamatan Ciparay, Senin (13/5/2024).(Dokumen Diskominfo Kabupaten Bandung)**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan angka stunting di Kabupaten Bandung turun dari 9 persen menjadi 7 persen.

Menurutnya, bahwa percepatan penurunan stunting itu sebagai upaya dan komitmen sesuai amanat Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Bahwa penurunan stunting dilakukan secara holistik, integratif, dan juga berkualitas melalui koordinasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan,” kata Bupati Dadang Supriatna saat bakti sosial percepatan penurunan stunting di wilayah hukum Polresta Bandung di Lapangan Barujati Kecamatan Ciparay, Senin (13/5/2024).

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengatakan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas nasional.

Disebutkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 target prevalensi stunting tahun 2022 adalah sebesar 18,4 persen di 460 kabupaten/kota prioritas.

“Sementara pada tahun 2023 sebesar 16 persen di 514 kabupaten/kota prioritas. Tahun 2024 sebesar 14 persen di 514 kabupaten/kota prioritas,” jelasnya.

Maka untuk mencapai prevelensi stunting 14 persen pada tahun 2024, dibutuhkan penurunan sebesar 3,4 persen setiap tahunnya berdasarkan trend prevelensi stunting.

Ia pun mengungkapkan berdasarkan kondisi faktual berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, yang harus ditetapkan itu masalah angka.

“Data base merupakan suatu acuan, saya juga minta ke Kadis Kesehatan untuk membuat data yang sebenar-benarnya,” katanya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, mengatakan, berangkat dari data base itu, pihaknya akan menyampaikan ke Gubernur Jabar. Ia juga minta bantuan Kapolda Jabar untuk ikut dalam rapat koordinasi untuk memberikan masukan-masukan.

“Saya yakin dengan program pentahelix, masalah stunting bisa selesai. Maka, bakti sosial yang dilaksanakan Kapolresta Bandung dan juga Kapolda Jabar di tengah-tengah kita semua. Saya optimistis dengan hadirnya Pak Kapolda Jabar, maka stunting di Jawa Barat akan selesai, terutama di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk menyelesaikan persoalan stunting ini minimal harus ada waktu tiga bulan.

Ia pun berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Ciparay saja, tetapi bisa dilaksanakan di 30 kecamatan lainnya dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Apalagi kita ada bantuan lagi  sebesar Rp 7,5 miliar. Saya siap kolaborasi untuk melaksanakan kegiatan sosial percepatan penurunan stunting,” tandasnya.*

Pos terkait