Dinkes KBB Terus Pantau Bayi “Raksasa” yang Lahir di RSUD Cililin

Tim medis RSUD Cililin berfoto bersama dengan bayi berukuran besar.(Istimewa)**

SATUMEDIA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memantau kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkannya dengan bobot 5,2 kilogram dan panjang 53 sentimeter.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu merupakan anak pasangan Hasanudin (39) dan Ai Habibaturohmah (31), warga Kampung Malandong, RT 02/03, Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta, KBB.

Dilahirkan pada 8 Mei pukul 09.40 WIB di RSUD Cililin. Bayi dan ibunya sudah pulang pada tanggal 9 Mei 2024.

Selama mendapat penanganan di RSUD Cililin pihaknya melakukan observasi secara menyeluruh terhadap bayi itu, termasuk melakukan pemeriksaan gula darah karena dikhawatirkan terkena Diabetes Militus (DM).

“Kondisi bayinya sehat, gula darahnya juga normal. Begitupun dengan ibunya juga dalam kondisi sehat sehingga keduanya sudah diizinkan pulang,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD Cililin, Evi Apriana saat dihubungi, Selasa (14/5/2024).

Ia menambahkan, meski sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, tim medis RSUD Cililin tetap memantau kondisi kesehatan bayi dan ibunya agar jika ada keluhan bisa langsung ditangani.

“Biasanya bayi dan ibunya melakukan kontrol satu minggu, Tapi kami pun akan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan dan perkembangannya” ujar Evi.

Diakuinya, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Cililin, sang bayi sempat mengalami sesak nafas, sehingga harus menjalani perawatan.

“Alhamdulillah kondisinya terus membaik sehingga sudah bisa pulang bersama ibunya pada 9 Mei 2023 lalu,” ucapnya.

Diungkapkannya, bagi tim medis RSUD Cililin penanganan terhadap bayi yang dilahirkan dengan bobot yang besar bukan kali pertama. Sebelumnya juga pernah menangani persalinan seorang ibu yang mengandung bayi berbobot badan besar. Bayi yang ditangani memiliki bobot 5,8 kilo

 

Pos terkait