Korban Keracunan MBG Jilid 2 di Cipongkor Meledak, Total Mencapai 619 Siswa!

Wakil Ketua DPRD KBB Dadan Supardan (bertopi) tengah berdialog dengan salah satu korban keracunan MBG yang dirawat di RSUD Cililin, Rabu (24/9/2025).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Jumlah korban keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengalami lonjakan pada Rabu (24/9/2025) malam.

Berdasarkan data dari Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin, sampai pukul 22.00 WIB tercatat ada 619 siswa yang mengalami gejala keracunan MBG.

Mereka mendapat penanganan medis tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan, yaitu 183 orang di posko GOR Kecamatan Cipongkor, 48 orang di Poned, 189 orang di GOR Desa Sarinagen, 103 orang di Puskesmas Citayem, 34 orang di Klinik Marisa, 17 orang di Klinik Permata Hati, dan 45 orang di RSIA Anugrah.

Terlihat, Wakil Ketua DPRD KBB, Dadan Supardan terus memantau penanganan korban keracunan. di Cipongkor, dan RSUD Cililin hingga larut malam.

“Jika pada siang jumlah korban keracunan masih puluhan orang, kemudian jelang sore hingga malam ini mengalami lonjakan sangat signifikan. Data terakhir yang saya terima dari puskesmas dan RSUD Cililin sudah mencapai 619 siswa. Tentunya ini sangat memprihatinkan,” kata Dadan.

Dadan menyebut, para korban ini mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Cipongkor.

“Ada 9 sekolah yang siswanya mengalami gejala keracunan ,” ucapnya.

Kesembilan sekolah tersebut adalah SMK Karya Perjuangan, MI 3 Cipongkor, MI Mulyadarma, SDN 1 Cipongkor, MI Syahida, MTS Syahida, MA Syahida, MTS Mana’arul Huda, dan SMK Babakan Gunkar.

“SPPG yang memasok MBG ke-9 sekolah tersebut, berbeda dengan SPPG sebelumnya yang sekarang aktivitasnya sudah dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk Kecamatan Cipongkor saja, ada 7-8 SPPG,” ujarnya.

Menyikapi tiga kali kejadian keracunan makanan dari MBG, Dadan mendesak kepada pemerintah daerah dan pusat agar menghentikan sementara program tersebut di seluruh wilayah KBB.

“Ini sudah tiga kali kejadian dalam waktu berdekatan, menyebabkan ratusan siswa mengalami keracunan. Mencegah kasus ini terus terulang, saya meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menghentikan sementara program MBG di KBB,” kata Dadan.

Menurutnya, kebijakan menghentikan sementara ini sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan di Laboratorium Jawa Barat.

“Kita tunggu hasil labnya seperti apa, baik dua kejadian di Cipongkor, maupun di Cihampelas. Apakah penyebabnya sama, atau mungkin ada faktor lain. Kita harus tahu dulu akar permasalahannya, setelah semuanya terjawab dan dilakukan perbaikan barulah program MBG ini kembali dilanjutkan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Penghentian sementara program MBG di KBB, lanjut Dadan, demi mencegah kejadian serupa terus terulang. Pasalnya, hal ini menyangkut kesehatan dan nyawa seseorang.

Ia pun menyarankan agar dilakukan perbaikan pada program MBG. Mulai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan bagi para siswa.

“Yang perlu dilakukan evaluasi dan pembenahan itu, berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM), pola masak, standar kualitas bahan baku, kebersihan dapur,
dan baiknya di setiap SPPG terdapat ahli gizinya. Selain itu, perlu pengawasan ketat dari instansi terkait,” tandasnya.*

 

Pos terkait