Kabupaten Bandung Raih Sertifikat Kabupaten Bebas Frambusia

Kabupaten Bandung sebagai Kabupaten/Kota Bebas Frambusia.(Dok.Prokompim Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Kementerian Kesehatan RI menyerahkan sertifikat eliminasi penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) kepada Kabupaten Bandung sebagai Kabupaten/Kota Bebas Frambusia.

Sertifikat ini secara resmi diterima oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui virtual meeting pada acara yang dihadiri oleh para bupati/walikota se-Indonesia, Rabu (20/8/2025).

Penyerahan sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta peran aktif komponen masyarakat untuk bersatu dan bertindak mewujudkan Indonesia bebas penyakit tropis diantaranya seperti Frambusia.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Bandung dinilai memenuhi target berdasarkan kriteria dan rekomendasi provinsi serta pertimbangan tim penilai frambusia pusat yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No.8 Tahun 2017 tentang Eradikasi Frambusia.

Bupati berkomitmen, setelah mendapatkan sertifikat ini, langkah antisipatif akan terus dilakukan secara berkelanjutan diantaranya, meningkatkan pengetahuan dan menggerakkan masyarakat untuk mencegah penularan dan munculnya kasus frambusia.

“Langkah antisipatif akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui promosi kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat demi terwujudnya Indonesia bebas frambusia pada tahun 2030,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari kerja keras dan gotong royong seluruh elemen bangsa.

“Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar simbolis, melainkan bukti bahwa kerja lintas sektor dan dukungan masyarakat mampu membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Dante dalam sambutannya.

Wamenkes menambahkan, eliminasi penyakit tidak hanya berarti terbebas dari beban kesehatan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, penguatan sistem kesehatan daerah, serta langkah nyata menuju derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan program, memperkuat deteksi dini, dan memastikan layanan kesehatan yang merata serta inklusif bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan, kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan kabupaten/kota penerima sertifikat eliminasi diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk mencapai target serupa.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bergandengan tangan memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta menjadikan pencegahan dan pengendalian penyakit sebagai prioritas pembangunan kesehatan,” tegasnya.*

 

Pos terkait