Perputaran Uang Program MBG di Kabupaten Bandung Bisa Mencapai Rp4,3 Triliun

Bupati Dadang Supriatna pada kegiatan Hajat Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang di komplek Gaharu 2 Residence , Minggu (24/8/2025) malam.(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memperkirakan perputaran uang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung mencapai Rp4,3 triliun per tahun.

Diketahui, di Kabupaten Bandung terdapat 361 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jumlah penerima manfaat sekitar 1,2 juta siswa.

“Setiap dapurnya itu rata-rata 3.500 orang sasaran penerima manfaatnya. Di hitung sekitar 1,3 juta jiwa anak-anak atau masyarakat Kabupaten Bandung yang menerima bantuan program MBG ini. Dengan perputaran uang setahun hampir Rp 4,3 triliun,” kata Bupati Dadang Supriatna pada kegiatan Hajat Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang di komplek Gaharu 2 Residence , Minggu (24/8/2025) malam.

Menurutnya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa bekerja sama dengan program MBG atau SPPG yang ada di desa, kelurahan atau kecamatan masing-masing.

“Program MBG ini untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk calon pemimpin di masa yang akan datang dalam menghadapi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Bupati menjelaskan sasaran penerima manfaat program MBG itu, yakni anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Kepala desa dan camat diminta untuk melakukan pendataan jangan sampai ada yang kelewat.

“Misalnya, berapa ratus atau berapa ribu orang di Kecamatan Katapang yang menerima bantuan program MBG ini,” kata Dadang Supriatna yang akrab dipanggil Kang DS ini.

Kang DS berharap dengan adanya program MBG Presiden Prabowo ini bisa menciptakan anak-anak berkualitas. Dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, yang tinggal 20 tahun lagi ada lima skema yang dipersiapkan.

Lima skema atau aspek utama untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, pertama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan paham digitalisasi, pemanfaatan big data, penguasaan riset dan inovasi, kesiapan generasi muda sebagai pemimpin masa depan, serta pemahaman dan penerapan teknologi yang tepat guna di masyarakat.

“Saya berharap kepada para orang tua untuk mengawal anak-anaknya, karena tak cukup di sekolahkan saja dan mendapatkan pendidikan dari para gurunya. Tetap harus ada dorongan dan dukungan dari para orang tua,” harapnya.*

 

Pos terkait