SATUMEDIA.ID – Unjuk rasa di Bandung berbuntut pembakaran sebuah bangunan di dekat Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). Terungkap, bahwa gedung tersebut merupakan bangunan cagar budaya.
Gedung cagar budaya milik MPR RI berlokasi di kawasan Jalan Diponegoro Kota Bandung. Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung segera merumuskan langkah perbaikan terhadap sejumlah fasilitas dan bangunan yang terdampak pasca unjuk rasa.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, bangunan cagar budaya tersebut musnah terbakar sehingga pemulihan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
“Ini adalah gedung cagar budaya, jadi perbaikannya akan melibatkan para ahli dan berkoordinasi dengan Sekretariat MPR RI serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ungkap Farhan dikutip, Minggu (31/8/2025).
Selain gedung cagar budaya, terdapat bangunan lain yang juga terdampak, yaitu satu bank, satu kantor sekuritas di Jalan Ir. H. Juanda-Sulanjana, Rumah Makan Sambara, serta dua rumah warga di kawasan Gempol. Bangunan-bangunan ini mengalami kerusakan serius.
Di sisi lain, Pemkot Bandung telah melakukan penanganan cepat, khususnya untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Traffic light di kawasan Cikapayang (Jalan Ir. H Djuanda yang bersimpangan dengan Jalan Diponegoro, serta tepat di bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja) yang rusak.
Saat ini, arus lalu lintas diantisipasi dengan penempatan petugas Linmas kewilayahan dan Dinas Perhubungan. Farhan juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman.
“Listrik akan segera kembali normal. Untuk kebocoran pipa besar PDAM di sekitar Jalan Diponegoro masih dalam proses perbaikan. Sementara itu, suplai bahan pokok 100 persen aman dan kegiatan perdagangan maupun perekonomian dapat berjalan normal,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.
“Kegiatan masyarakat dijamin keamanannya. Sementara kelompok-kelompok yang mencoba mengacaukan kota akan ditangani aparat keamanan,” tandasnya.*





