Puluhan Warga Gununghalu Tinggal di Pengungsian

Anggota Polwan Polres Cimahi tengah memberikan trauma healing bagi anak-anak korban longsor di Kecamatan Gununghalu, KBB. (Dokumen Polres Cimahi)**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Ciroke, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa harus tinggal di lokasi pengungsian.

Mereka tinggal di Madrasah Rojaul Huda, Kampung Leuwibaru, Desa Sindangjaya yang dijadikan tempat pengungsian. Sementara beberapa KK memilih mengungsi ke rumah kerabatnya.

Warga terpaksa mengungsi setelah perkampungannya diterjang longsor pada Selasa (14/5/2024) dini hari.

Camat Gununghalu, Hari Mustika menerangkan, 35 KK yang mengungsi tak seluruhnya terdampak longsor. Sebagian ikut mengungsi karena rumahnya terancam longsor susulan.

“Ada 35 KK warga Kampung Ciroke yang mengungsi. Tapi tidak semuanya yang rumahnya rusak, ada yang rumahnya terancam juga ikut mengungsi,” kata Hari Mustika, Sabtu (18/5/2024).

Ia mengungkapkan, di Desa Sindangjaya longsor merusak 11 rumah. Rinciannya 7 rumah rusak ringan, serta 4 rumah rusak berat. Sementara 42 rumah terancam longsor susulan.

Hari mengungkapkan, potensi longsor susulan dari tebing setinggi 400 meter di belakang rumah warga sangat besar. “Warga yang rumahnya terancam mengungsi ke rumah saudaranya,” ucapnya.

Longsor di Kecamatan Gununghalu juga terjadi di Desa Bunijaya. Ada 3 KK yang harus mengungsi ke rumah saudara.

“Warga yang mengungsi, terkadang kembali ke rumah mereka di siang hari dan di saat cuaca cerah. Mereka bakal kembali ke pengungsian jika hujan deras mengguyur,” ujarnya.

Longsor juga menyebabkan puluhan hektare sawah tertimbun. Di Sindangjaya sedikitnya 50 hektare sawah tertimbun longsor yang tersebar di sejumlah titik.

“Petani mengalami gagal panen karena sawah yang siap panen tertimbun longsor. Mereka mengalami kerugian cukup besar,” sebutnya.*

Pos terkait