21 Kepala Keluarga di Gununghalu Diungsikan

Salah satu rumah yang rusak akibat longsor di Kampung Cakawung, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (14/5/2024) dini hari. (Istimewa)**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) di Kampung Cakawung, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa harus diungsikan setelah tempat tinggalnya porak-poranda diterjang longsor pada Selasa (14/5/2024) dini hari.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB longsor tebing mengakibatkan 7 rumah rusak berat sehingga tak bisa ditempati lagi.

“Tujuh rumah yang rusak berat tersebar di RT 01, 02, dan 03 RW 06. Dihuni oleh 21 KK,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Meidi saat dihubungi, Selasa (14/5/2024).

Berdasarkan asesmen BPBD KBB di lapangan, lanjut Meidi, puluhan rumah terancam longsor susulan. Ia mengimbau kepada warga yang tinggal di dekat lokasi bencana untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat turun hujan deras sebagai antisipasi jika terjadi longsor susulan,” imbaunya seraya menambahkan warga yang terancam akibat dampak longsor tersebut mencapai 35 KK.

Diketahui, longsor di Gununghalu juga memutus jalur selatan yang menghubungkan dengan Kecamatan Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur. Badan jalan patah terbawa longsor ke dalam jurang yang curam sedalam sekitar 30 meter.

Titik longsor berada di Kampung Tugu RW 01/RT 05 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, KBB. Posisi jalan tersebut, sebelah kirinya masuk Desa Cilangari dan kanan jalan masuk wilayah Desa Sindangjaya.

“Posisi badan jalan patah sepanjang kurang lebih 30 meter terbawa longsor ke dalam jurang,” kata Camat Gununghalu, Hari Mustika.

Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Gununghalu sejak Senin (13/5/2024) sekitar pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB. Sementara longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Hari mengatakan, jalan kabupaten yang baru dibangun pada tahun 2023 tersebut, dalam tiga bulan terakhir lapisan dasar tanahnya terus mengalami pengikisan. Sampai akhirnya badan jalan menggelantung.

“Posisi jalannya berada di atas tebing, karena terus menerus diguyur hujan mengakibatkan lapisan tanahnya terkikis. Mengakibatkan badan jalan seperti menggelantung, sampai akhirnya ketika kemarin turun hujan deras patah,” ujarnya.

Material tanah, bebatuan dan beberapa pohon pinus terbawa ke dalam jurang dan menimpa badan jalan yang berada di bawahnya.

“Di bawah jalan yang longsor itu, ada jalan lain yang sama-sama menghubungkan dengan Kecamatan Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur. Namun tertimpa material longsor yang akhirnya juga tak bisa dilalui kendaraan,” ungkapnya.*

 

Pos terkait