SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar segera melalukan kajian bencana longsor di Kecamatan Gununghalu yang mengakibatkan jalan penghubung antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Cianjur terputus total.
“Kami telah menyampaikan surat resmi kepada Badan Geologi, memohon agar dilakukan kajian di lokasi longsor jalan penghubung KBB dengan Cianjur,” kata Kepala BPBD KBB Ade Zakir, Rabu (29/5/2024).
Menurutnya, kajian itu sangat penting sebagai dasar untuk membangun jalan yang ambruk akibat longsor. Jika dinyatakan aman maka Pemkab Bandung Barat akan melalukan percepatan pembangunan.
“Kajian itu sangat penting sebagai dasar bagi kami untuk memutuskan penanganan jalan yang mengalami longsor tersebut. Jika dinyatakan aman, maka kita percepat pembangunan secara permanen,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, titik longsor berada di Kampung Tugu, RW 01/RT 05 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat menggerus jalan sepanjang 100 meter pada Selasa (14/5/ 2024) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
“Warga terdampak bencana tanah longsor juga menanyakan apakah mereka itu aman di sana. Ini menunjukkan, sudah terbangun kesadaran dari warga. Mereka pun sama menunggu hasil kajian,” kata Ade Zakir yang juga Sekda KBB ini.
Sebenarnya, lanjut Ade, jarak antara rumah warga dengan jalan yang mengalami longsor cukup jauh. Kami harus petakan dulu karena posisi jalan dengan rumah yang terdampak longsor agak jauh juga posisinya.
Berdasarkan data BPBD KBB, bencana tanah longsor menyebabkan 4 rumah rusak berat, 7 rumah rusak ringan serta sebanyak 42 rumah milik warga terancam.Jumlah jiwa yang terdampak 57 kepala keluarga (KK) atau 155 jiwa hingga sebagian warga harus mengungsi.
Longsor juga menimbun sawah seluas 50 hektare yang siap panen dan memutus jaringan sementara di Desa Bunijaya 3 rumah rusak ringan akibat diterjang longsor.*





