SATUMEDIA.ID – Kementerian Perdagangan mengungkapkan adanya temuan kecurangan di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Adapun kecurangan yang terjadi adalah pengisian tabung LPG 3 kilogram hanya diisi dengan takaran 2,3 kilogram hingga 2,7 kilogram. Padahal seharusnya tabung tersebut diisi hingga 3 kilogram dan tidak kurang.
Terbongkarnya kecurangan pengurangan pengisian tabung 3 kilogram saat Kementeriannya Perdagangan
melakukan pengawasan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) yang dilakukan Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendrik Halomoan Sitompul angkat bicara pasca adanya temuan di sejumlah SPBE yang disinyalir melakukan kecurangan. Menurutnya, diperlukan pakta integritas antara Pertamina dan pengusaha sehingga dapat diambil tindakan-tindakan tegas bila ada kecurangan yang dilakukan.
“Pertamina Patra Niaga harus memanggil semua para pengusaha-pengusaha tersebut untuk bisa membuat suatu partai integritas dan membuat pengawasan melekat terhadap para pengusaha-perusahaan tersebut, bila penting kalau ada pengusaha yang melakukan itu (kecurangan) langsung ganti pemain,” kata Hendrik dikutip dari laman resmi DPR RI, Kamis (30/5/2024)
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menyampaikan bahwa kecurangan dapat terjadi karena adanya perangai buruk dari pengusaha itu sendiri. Karena menurutnya sebaik apapun sistem pengawasan yang dibangun oleh pertamina, pengusaha nakal akan tetap mencari celah untuk melakukan kecurangan demi keuntungan.
“Di sini saya lihat di yang penting adalah attitude dari pengusahanya. Apapun yang dibangun oleh Pertamina dalam sistem, mau itu teknologi atau pengawasan melekat tapi ketika pengusahanya punya attitude itu untuk bisa nakal atau curang dia curang aja gitu,” tuturnya.
Hendrik menegaskan agar Pertamina bisa mengambil tindakan tegas untuk menghentikan izin bagi pengusaha-pengusaha nakal yang tertangkap tangan melakukan kecurangan. Namun, ia juga mengingatkan agar Pertamina segera mencari perusahaan pengganti agar alur distribusi LPG 3 kilogram untuk masyarakat tidak tersendat.
“Saya sepakat apabila ada temuan lagi terhadap orang-orang itu, kalau bisa dicabut izinnya dan diganti pemain. Kenapa segera diganti pemain karena itu harus disuplai kepada masyarakat jadi kalau bisa di-takeover dulu sama pertamina supaya penyalurannya tetap konsisten dan masyarakat tetap menikmati gas 3 kilogram,” tandasnya.*





