Karang Taruna Kabupaten Bandung, Gerakan Roda Organisasi dengan Memproduksi Tahu dan Tempe

Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb pada kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-65 Karang Taruna di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Jumat (26/9/2025). (Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Karang Taruna  Kabupaten Bandung semakin berdaya guna berkat usaha kreatifnya memproduksi tahu dan tempe. Menjadikan organisasi ini lebih produktif dan mampu menggerakkan roda ekonomi organisasi.

Kreativitas tanpa batas Karang Taruna Kabupaten Bandung mendapat pujian Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Ia mengapresiasi Karang Taruna Kabupaten Bandung yang membuka usaha produksi tahu dan tempe. Sehingga bisa bermanfaat bagi organisasi juga masyarakat umum.

“Tahu dan tahu produksi Karang Taruna bisa untuk memenuhi permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ucap Bupati Dadang Supriatna pada kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-65 Karang Taruna di Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Jumat (26/9/2025).

Bupati meminta Karang Taruna menjadi bagian dari mensukseskan program strategis nasional MBG.

Disebutkan, di Kabupaten Bandung sekitar 1,23 juta jiwa sasaran penerima manfaat dalam program MBG tersebut. Uang untuk mensukseskan program MBG itu capai sekitar Rp 5 triliun dalam satu tahun.

Ia juga mengapresiasi kiprah Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sosial.

“Karang Taruna adalah pilar sosial yang terus konsisten menebar manfaat, menjaga solidaritas, serta menghadirkan karya nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan daerah dan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kang DS panggilan akrab.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna Kabupaten Bandung dilaksanakan di Desa Dampit, yang diikuti sekitar 500 kader Karang Taruna. Mereka adalah para pengurus Karang Taruna di 31 kecamatan, 280 desa dan kelurahan se-Kabupaten Bandung.

Bupati berharap Karang Taruna mampu dan menjadi garda terdepan menyelesaikan persoalan sosial di Kabupaten Bandung. Ia pun kembali menyinggung peristiwa memilukan yang terjadi di Banjaran beberapa waktu silam, satu keluarga ibu dan keduanya ditemukan sudah meninggal dunia secara tidak wajar. Peristiwa itu dipicu persoalan ekonomi keluarga.

Kang DS berharap kepada Karang Taruna untuk mencegah maraknya bank emok karena merusak karakter dan martabat masyarakat. Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam mencegah atau menanggulangi penyakit masyarakat, di antaranya bank emok.

“Pemkab Bandung sudah memberikan solusi untuk mencegah merajalelanya bank emok, yaitu program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan jaminan. Program ini untuk memberantas bank emok,” tandasnya.

Menurutnya, Karang Taruna harus jadi garda terdepan menyelesaikan persoalan di tiap tiap wilayah. Karang taruna bisa lebih aktif dan membantu masyarakat.

“Apabila Karang Taruna menemukan dan mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat (kerawanan pangan) yang perlu dibantu, segera koordinasi dengan para kades, lurah maupun camat. Kami sudah siapkan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. Karang Taruna untuk membantu masyarakat, silahkan bergerak,” tuturnya.

Bukan hanya bergerak di bidang sosial, katanya, karang taruna untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung, Ruli Yuliana, menyebut, rencana ke depan aka. membentuk koperasi, selain mengembangkan usaha produksi tempe dan tahu.

“Harapannya, hasil produksi ini nantinya dapat disalurkan langsung ke dapur MBG, sehingga memberi nilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga,” kata Ruli.

Menurutnya, Bulan Bakti menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang pengabdian sosial pemuda. “Kami berterima kasih atas dukungan Bupati Bandung dan para kepala OPD. Harapan kami, Karang Taruna semakin memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sekretaris Jenderal Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Heri Susanto, menilai kegiatan ini sebagai bentuk konkret pengabdian sosial. “Apa yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Bandung dapat menjadi inspirasi bagi Karang Taruna di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan untuk melaksanakan kegiatan serupa,” jelasnya.

Melalui Bulan Bakti Karang Taruna, diharapkan semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian pemuda semakin tumbuh, serta mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, kegiatan Hari Bakti Karang Taruna dihadiri pula Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Bandung Nina Setiana, Kepala Dinas Sosial Ningning Hendarsah.

Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ruli Hadiana, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dadang Komara, Kepala Dinas Kebudayaan Irvan Ahmad, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Teguh Purwayadi, serta sejumlah camat dan para kepala desa hadir pada kesempatan itu.*

 

Pos terkait