Peringatan Keras Bupati Dadang Supriatna, Tidak Boleh Main-main dengan Program MBG!

Bupati Bandung Dadang Supriatna.(Dok. Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Berbagai permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di sejumlah daerah, mulai dari menu makanan yang tidak sesuai harapan, temuan ulat, hingga puncaknya terjadi keracunan pada siswa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam hal ini Badan Gizi Nasional (BGN).

Berbagai persoalan tersebut mengundang perhatian Bupati Bandung Dadang Supriatna. Meski di Kabupaten Bandung belum terjadi kejadian keracunan, namun Kang DS panggilan akrab Dadang Supriatna ini sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi.

“Saya menegaskan, program ini tidak boleh main-main. Harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kolaborasi lintas sektor. Untuk itu, Pemkab Bandung juga sudah membentuk Satgas khusus agar pelaksanaannya bisa terus dievaluasi dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Kang DS dalam akun Instagramnya yang dikutip, Selasa (30/9/2025).

“Inilah bentuk komitmen kami untuk melahirkan generasi sehat, kuat, dan cerdas di Kabupaten Bandung tercinta,” sambungnya.

Bupati menyebut, sejak awal tahun 2025, program MBG sudah digulirkan secara bertahap. Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada 147 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, dan ke depan ditargetkan akan mencapai 361 titik.

“Program ini juga merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menekan angka stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrem. Sasaran penerima manfaat pun disesuaikan dengan jumlah penduduk di tiap kecamatan, dengan target mencapai 1,26 juta jiwa,” sebutnya.

Demi menjaga kualitas, tulis Bupati Dadang, setiap SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan. Prosedurnya dikawal ketat, mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi.

Bahkan, menu dapur sudah dipersiapkan beberapa hari ke depan dengan penyimpanan bahan di ruang steril.*

 

Pos terkait