SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna berkomitmen memperkuat ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pada tahun 2026, Pemkab Bandung akan menggelontorkan dana penyertaan modal sebesar Rp10 miliar untuk 100 KDMP aktif di seluruh Kabupaten Bandung.
“Setiap koperasi yang sudah berjalan akan menerima Rp100 juta sebagai penyertaan modal dari pemerintah daerah,” ujar Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS saat roadshow konsolidasi KDMP di Aula Kecamatan Cicalengka, Rabu (15/10/2025).
Meski pemerintah daerah mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) hampir Rp1 triliun, Kang DS menegaskan Pemkab Bandung tetap konsisten mendukung penguatan ekonomi desa. “Kita tetap komitmen. Minimal Rp10 miliar untuk 100 koperasi aktif tahun depan,” tegasnya.
Menurut Kang DS, KDMP merupakan bagian dari program nasional Asta Cita Presiden RI, yang menargetkan terbentuknya puluhan ribu koperasi di seluruh Indonesia. Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah pelopor dan bahkan telah mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri atas implementasi program tersebut.
“Dampak KDMP mulai terasa. Inflasi kita hanya 1,87 persen, masuk 10 besar nasional dan peringkat pertama di Jawa Barat,” ungkapnya.
Sebagai contoh keberhasilan, Kang DS menyoroti KDMP Pulosari di Kecamatan Pangalengan yang kini memiliki omzet puluhan miliar rupiah dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp2,9 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp400 juta disumbangkan sebagai pendapatan asli desa tiap tahun.
Ia juga menjelaskan bahwa KDMP berbeda dari koperasi biasa karena memiliki dukungan langsung dari pemerintah pusat. Melalui instruksi presiden dan surat dari Menteri Keuangan, bank-bank Himbara diwajibkan menyalurkan pembiayaan kepada koperasi Merah Putih yang dinilai layak.
Dalam setiap kunjungannya ke kecamatan hingga desa, Kang DS ingin memastikan koperasi di setiap wilayah benar-benar berjalan. “Saya turun langsung karena ditunjuk sebagai Ketua Satgas KDKMP Kabupaten Bandung. Saya ingin tahu kendalanya agar bisa diselesaikan bersama,” katanya.
Program KDMP, lanjutnya, tak hanya mendorong kemandirian ekonomi desa tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarwilayah. “Hasil pertanian kita bisa dijual ke luar daerah, bahkan ke Kalimantan. Ini akan meningkatkan perputaran uang, PDRB, dan daya beli masyarakat,” ujarnya optimistis.
Kegiatan roadshow tersebut turut dihadiri Asisten Ekbang Kawaludin, Kepala Dinas KUKM Dindin Syahidin, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Linda Herlina, serta jajaran camat dan perangkat desa dari 31 kecamatan.
Kang DS berharap, dengan dukungan semua pihak, KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dan simbol kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Bandung.
“Kalau koperasinya jalan, masyarakat sejahtera, desa kuat, maka Bandung Bedas bukan sekadar slogan, tapi kenyataan,” pungkasnya.*





