Apel Siaga Bencana, Polres Cimahi Tegaskan Komitmen Kemanusiaan dan Sinergi Lintas Sektor

Polres Cimahi menggelar Apel Siaga Bencana di Mapolres Cimahi, Rabu (5/11/2025).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID — Apel Siaga Bencana yang digelar Polres Cimahi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bentuk nyata kesiapan seluruh pihak dalam menanggulangi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja. Apalagi, wilayah Cimahi dan KBB memiliki topografi kompleks berupa perbukitan, lembah, serta aliran Sungai Citarumyang rawan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

“Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan tinggi akhir-akhir ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih siap menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Niko N.Adi Putra saat memimpin Apel Siaga Bencana, Rabu (5/11/2025).

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa aparat negara memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dan menolong masyarakat saat terjadi situasi darurat.

“Kita tidak bisa mencegah datangnya bencana, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya dengan kesiapsiagaan, kecepatan, dan koordinasi yang baik,” katanya.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada musim hujan kali ini, Polres Cimahi mengerahkan 664 personel.

Ia menyampaikan lima poin penting yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran, yaitu seluruh personel diminta selalu siaga dengan memastikan kendaraan dinas, alat komunikasi, dan peralatan evakuasi dalam kondisi prima.

Kemudian perkuat koordinasi lintas sektor.
Sinergitas antara Polri, TNI, Forkopimda, BPBD, PMI, dan masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana.

“Tingkatkan deteksi dan peringatan dini.
Petugas diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk memetakan daerah rawan bencana serta menyebarkan informasi cepat dan akurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedepankan sikap humanis dan empati. Dalam setiap penanganan, personel harus hadir dengan hati nurani, menolong tanpa pamrih, dan menjaga keamanan masyarakat terdampak.

Selanjutnya, pesan Kapolres, libatkan masyarakat secara aktif.
Edukasi kesiapsiagaan bencana di tingkat RT/RW harus digencarkan agar warga memahami langkah evakuasi mandiri saat situasi darurat.

Kapolres juga menekankan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga luka sosial dan psikologis. Karena itu, peran Polri dan stakeholder lain bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi masyarakat yang berduka.

“Kita harus hadir lebih cepat daripada bencana itu sendiri. Tunjukkan bahwa Polri Presisi hadir untuk kemanusiaan,” tegasnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda Cimahi dan KBB, TNI, BPBD, PMI, serta elemen masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi setiap musibah.

“Meski berbeda seragam dan instansi, tujuan kita satu: menyelamatkan rakyat dan menjaga negeri dari marabahaya,” ujarnya.

Apel Siaga Bencana ini diharapkan menjadi momentum untuk memantapkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan menumbuhkan semangat kemanusiaan di wilayah hukum Polres Cimahi.

“Setiap langkah dan keringat yang kita curahkan dalam tugas kemanusiaan ini adalah amal kebaikan yang tak ternilai. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi kita semua,” pungkasnya.*

 

Pos terkait