SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat, pintar, dan kuat. Berbagai inisiatif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat terus digencarkan, seperti Kang Pisman, Buruan Sae, serta program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peningkatan kesehatan anak harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga.
“Kita semua tentu berharap anak-anak di Kota Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Pemerintah terus berupaya, tapi keberhasilan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Bandung.
Ia menambahkan bahwa masyarakat bisa memberikan kontribusi mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan bahan pangan secara bijak, hingga mendukung keberadaan dapur sehat di wilayah masing-masing.
“Lingkungan yang bersih, pengelolaan pangan yang baik, dan kebiasaan makan sehat adalah langkah sederhana yang punya dampak besar. Warga bisa mulai dari rumah masing-masing,” tambahnya.
Program Dashat yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Bandung diarahkan untuk membantu Baduta, balita, serta ibu hamil yang berisiko mengalami stunting. Periode baduta merupakan masa emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan yang berperan sangat besar dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa mendatang.
Farhan menekankan pentingnya keberlanjutan program Dashat di tingkat kelurahan agar target kota dapat tercapai.
“Harapan kami, setiap kelurahan yang memiliki Dashat bisa terus aktif mengolah dan menyediakan makanan sehat bagi keluarga berisiko stunting. Kalau kita konsisten, Bandung bisa menjadi Kota ‘Zero New Stunting’,” ucapnya.
Dengan kerja sama erat antara pemerintah dan warga, Kota Bandung optimistis dapat menekan angka stunting dan memastikan generasi berikutnya tumbuh lebih sehat dan berkualitas.*





