SATUMEDIA.ID – Ratusan rumah di Perumahan Al Maas RW 17, Kampung Bojong, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (4/12/2025) malam.
Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam waktu singkat, ketinggian air melonjak hingga 1,5 meter dan merendam sekitar 500 rumah di RT 1, 2, dan 3.
“Air itu masuk dari saluran perumahan yang menuju Sungai Citarum. Tapi karena debit Citarum besar, air malah berbalik masuk ke pemukiman. Dari semalam kami bergadang, baru surut sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Mukhlis, warga Perumahan Al Maas, Jumat (5/12/2025).
Menurut Mukhlis, datangnya air yang sangat cepat membuat banyak warga tak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga. Sejumlah barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci, hingga perabot kayu terendam banjir bercampur lumpur.
“Untung saya ada di rumah, jadi sempat naikin kulkas dan mesin cuci ke bangku yang lebih tinggi. Warga lain banyak yang enggak sempat. Mobil dan motor pun banyak yang terendam,” ujarnya.
Pada Jumat pagi, sisa genangan setinggi sekitar 30 sentimeter masih tampak di kawasan permukiman. Warga mulai membersihkan lumpur di dalam rumah serta mencuci kendaraan yang sempat terendam.
“Sudah tiga tahun tinggal di sini. Tiap tahun memang banjir, tapi yang tadi malam paling besar dan paling parah. Tapi rumah yang posisi tanahnya lebih tinggi aman, enggak kena,” kata Mukhlis.
Jalan Raya Katapang–Rancamanyar Sempat Terputus
Tak hanya permukiman, banjir juga memutus akses Jalan Raya Katapang–Rancamanyar, tepatnya di kawasan Kampung Bojong. Hingga Jumat pagi, genangan air setinggi 30 sentimeter masih tampak di badan jalan.
Kendaraan roda dua dan mobil berukuran kecil belum dapat melintas, sementara sebagian pesepeda motor terpaksa mematikan mesin dan mendorong kendaraannya.
“Selain di sini, di Kampung Cupu juga sama, ada genangan. Karena buru-buru, motor saya dorong saja sambil matikan mesin,” kata Ade Komarudin, salah satu pengguna jalan.
Ade menambahkan, banjir juga merendam sejumlah gang pemukiman. Warga tampak mulai membersihkan rumah dari sisa genangan.
“Tadi malam, kata warga sini, lewat gang pun enggak bisa karena semuanya terendam luapan Citarum,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat setempat masih melakukan pembersihan sambil menunggu genangan benar-benar surut. Pemerintah daerah belum merilis informasi resmi terkait penanganan dan potensi pengungsian.*





