Awal 2026 Kantor Damkar KBB Pindah dari Kota Baru Parahyangan

Proyek pembangunan gedung Dinas Damkar dan Penyelamatan KBB berlokasi di komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. Foto diambil Rabu (5/11/2025).(Dicky Mawardi/Satumedi).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan pindah dari kantor yang sekarang di Kota Baru Parahyangan (KBP), Kecamatan Padalarang.

Rencananya, Damkar KBB akan pindah ke gedung baru yang berada di komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kecamatan Ngamprah pada awal 2026.

Hanya saja berdasarkan pantauan di lapangan, gedung Damkar KBB yang baru hingga pertengahan Desember 2025 ini masih dalam proses pembangunan. Informasi yang dihimpun, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini mencapai Rp9 miliar.

Diperkirakan progres pengerjaan sampai akhir tahun 2025 sudah di atas 80 persen. Meski belum beres, Damkar KBB memilih tetap akan menempatinya.

“Insya Allah, kami (Damkar) mulai menempati gedung baru awal 2026. Sekalipun memang bangunannya belum beres seratus persen,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, Jumat (12/12/2025).

Siti menjelaskan, perpindahan tidak bisa ditunda karena gedung yang saat ini dipakai di kawasan KBP merupakan fasilitas pinjam pakai milik PT Bela Putera Intiland pengembang perumahan elit tersebut

“Pihak Bela Putera Intiland memang tidak meminta kami segera pindah. Tapi kami merasa lahan yang digunakan oleh damkar bakal segera digunakan, mengingat bangunan-bangunan lain yang satu hamparan sudah dikosongkan,” ujarnya.

Meski struktur bangunan gedung baru dinilai sudah layak, interior dan peralatan pendukung belum terpasang. Seluruh perabot dari kantor lama bahkan harus dibawa, termasuk yang kondisinya sudah tidak layak.

“Saya juga bingung, karena memang mebelernya belum lengkap. Sementara kami gunakan yang ada dulu dari gedung lama,” kata Siti.

Menurutnya, pelayanan Damkar tidak memungkinkan berhenti sementara. Laporan kebakaran dan penyelamatan masuk setiap hari, sehingga operasional harus terus berjalan meskipun tengah dalam masa transisi.

“Laporan yang masuk ke Damkar itu setiap hari. Jadi, kami harus mengutamakan pelayanan ke masyarakat,” katanya.

Siti menambahkan, gedung Damkar di Kota Baru Parahyangan merupakan bangunan lama yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun, bahkan sebelum Bandung Barat terbentuk. Saat itu, layanan pemadam kebakaran masih berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bandung.

“Umurnya sudah 20 tahun lebih. Selama kami menempati, tidak dikenai biaya sewa. Hanya membayar air dan listrik saja,” tuturnya.*

Pos terkait