SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mulai menerapkan standar ideal sarana sanitasi di sekolah dasar, yakni satu unit toilet untuk setiap 50 siswa. Dengan standar tersebut, sekolah yang memiliki 300 siswa minimal harus menyediakan enam unit toilet.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah dasar di Kabupaten Bandung seiring program revitalisasi sarana pendidikan.
Hal itu disampaikan Bupati Dadang saat meresmikan bangunan baru SDN Sapan 1, SDN Sapan 2, dan SDN Cipamokolan 4 yang berlokasi di lingkungan SDN Sapan 1, Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Senin (29/12/2025).
Ketiga sekolah tersebut rampung direvitalisasi melalui kolaborasi program revitalisasi Presiden dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Revitalisasi ini dinilai membawa perubahan signifikan terhadap kualitas sarana dan prasarana pendidikan dasar di wilayah tersebut.
“Setelah dikolaborasikan, hasilnya sangat terasa. Perbedaannya luar biasa dibandingkan kondisi sebelumnya,” ujar Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS.
Ia menjelaskan, sebelum direvitalisasi, kondisi sekolah-sekolah tersebut tergolong tidak layak. Ruang kelas tidak tertata, tidak tersedia lapangan upacara maupun area bermain siswa, serta fasilitas sanitasi yang kumuh dan terbatas.
“Sekarang, alhamdulillah, semuanya sudah ditata. Termasuk toilet yang disesuaikan dengan jumlah siswa dan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan,” kata Kang DS.
Menurutnya, ketersediaan sanitasi yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa.
Di sisi lain, Kang DS mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung awalnya menargetkan anggaran sebesar Rp 400 miliar per tahun untuk revitalisasi fisik sekolah mulai 2026. Namun, kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) membuat anggaran yang tersedia menyusut menjadi sekitar Rp 100 miliar.
“Ini tentu mengganggu perencanaan. Tapi saya tetap berupaya, termasuk mencari tambahan anggaran di perubahan APBD,” ujarnya.
Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Bandung memperkirakan kebutuhan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah mencapai Rp 2 triliun. Penyesuaian terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pun akan dilakukan menyusul kebijakan fiskal terbaru.
Meski demikian, Kang DS optimistis target revitalisasi sekolah dapat tercapai dengan dukungan pemerintah pusat, terutama melalui program revitalisasi yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Dari 1.258 SD di Kabupaten Bandung, semuanya butuh perhatian. Terutama yang kondisinya sudah mendesak,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas dukungan anggaran melalui APBN yang dinilai sangat membantu percepatan perbaikan sekolah-sekolah di daerah.*





