Pemkab Bandung Hadirkan GBK Bedas Digital, Layanan Kerja Terpadu Berbasis Digital

Bupati Bandung Dadang Supriatna  meluncurkan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital  di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Kamis (8/1/2026).(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital sebagai upaya memperkuat layanan ketenagakerjaan berbasis digital dan menekan angka pengangguran. Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Kamis (8/1/2026).

Bupati Bandung berharap kehadiran GBK Bedas Digital dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya para pencari kerja, dalam mengakses informasi lowongan secara cepat, transparan, dan terintegrasi.

“Gerai Bursa Kerja Bedas Digital ini adalah jawaban untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Supriatna dalam sambutannya.

Peluncuran GBK Bedas Digital ini merupakan inisiatif Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung dan dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, perwakilan dunia usaha dan industri, Forum HRD, Apindo, lembaga pelatihan kerja, hingga serikat pekerja dan buruh. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu mengungkapkan, Pemkab Bandung menargetkan penyediaan 10.000 lapangan pekerjaan setiap tahun. Bahkan, pada 2025 lalu, realisasi penyerapan tenaga kerja disebut melampaui target.

“Berdasarkan data BPS, tahun 2025 Pemkab Bandung insya Allah sudah menyediakan lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan, hasil dari berbagai program seperti job fair dan kegiatan ketenagakerjaan lainnya,” kata Kang DS.

Ia menjelaskan, tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini berada di angka 6,2 persen dari total usia produktif sekitar 1,8 juta jiwa, atau setara dengan kurang lebih 230.000 orang.

“Angka pengangguran tidak mungkin nol, karena setiap tahun ada lulusan baru dan faktor kesiapan kerja. Tapi dengan sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, angka ini bisa terus ditekan,” ujarnya.

Selain membuka akses kerja di sektor industri, Kang DS juga mendorong masyarakat untuk tidak terpaku bekerja di pabrik.

“Jangan selalu ingin bekerja di pabrik. Kita juga harus mendorong masyarakat menjadi pengusaha atau pelaku usaha, karena itu justru bisa membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan GBK Bedas Digital bergantung pada beberapa faktor, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan melek digital, serta kesiapan big data ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan pelatihan kerja.

“Sekarang semuanya sudah serba digital,” ujarnya.

Pada tahap awal, layanan GBK Bedas Digital baru diterapkan di delapan kecamatan karena menyesuaikan dengan APBD 2026. Namun, Pemkab Bandung menargetkan layanan ini dapat diperluas ke seluruh 31 kecamatan.

“Kalau bisa, pencari kerja cukup datang ke kecamatan masing-masing, tidak perlu jauh-jauh,” kata Kang DS.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, mengatakan transformasi digital layanan ketenagakerjaan menjadi kebutuhan strategis di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

“Kabupaten Bandung memiliki potensi tenaga kerja yang besar, tetapi masih menghadapi tantangan keterbatasan akses informasi lowongan dan pemanfaatan data pasar kerja,” kata Dadang Komara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnaker mengembangkan GBK Bedas Digital sebagai layanan ketenagakerjaan terpadu berbasis wilayah.

“GBK Bedas Digital dirancang sebagai one stop digital employment corner yang mengintegrasikan pencari kerja, dunia usaha dan industri, lembaga pelatihan kerja, serta pemerintah daerah dalam satu ekosistem layanan yang inklusif dan berbasis data,” ujarnya.

Peluncuran ini menandai dimulainya operasional layanan secara resmi, yang dilaksanakan terpusat di MPP Soreang dan serentak di delapan kecamatan wilayah pembangunan sebagai tahap awal.

Dadang Komara mengungkapkan, hasil pengelolaan data pasar kerja menunjukkan potensi besar GBK Bedas Digital, dengan keterlibatan sekitar 300 perusahaan mitra, lebih dari 4.500 posisi kerja, dan sekitar 15.000 pencari kerja yang telah terdaftar.

“Layanan ini juga berpotensi menjangkau lebih dari 5.000 peserta job fair dan pelatihan kerja per tahun, dengan cakupan wilayah 31 kecamatan,” katanya.

Pada tahun 2026, GBK Bedas Digital menawarkan 43.950 lowongan pekerjaan bagi lulusan SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi, dengan partisipasi awal 15 perusahaan penyedia lapangan kerja.

“Keberhasilan GBK Bedas Digital ditentukan oleh sinergi berkelanjutan antara Dinas Ketenagakerjaan dan pemerintah kecamatan, melalui pengembangan pojok digital ketenagakerjaan,” kata Dadang Komara.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen memperluas kemitraan, mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi dashnaker+, serta melakukan monitoring dan evaluasi berkala agar layanan ini memberikan dampak nyata bagi penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bandung.*

Pos terkait