Stigma Masih Membayangi Kusta, Menkes: Penyakit Ini Bisa Disembuhkan

Menteri Kesehatan (Menkes)  Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.(Instagram).**

SATUMEDIA.ID – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut stigma menjadi tantangan terbesar dalam upaya pengendalian penyakit kusta di Indonesia. Minimnya informasi yang benar membuat kusta kerap dianggap sebagai penyakit kutukan, padahal secara medis kusta merupakan penyakit infeksi yang sulit menular dan dapat disembuhkan.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi saat menghadiri talkshow “Ending Leprosy Without Stigma” di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa, serta penyintas kusta, Samsul.

“Kusta ini bukan kutukan. Penyebabnya bakteri, penularannya sulit, dan tingkat kematiannya hampir nol. Yang paling penting, kusta bisa disembuhkan,” ujar Budi dikutip dari laman Kemenkes, Senin (19/1/2026).

Menurut Budi, stigma membuat penderita memilih diam dan menunda pengobatan. Akibatnya, penanganan kerap dilakukan dalam kondisi sudah terlambat.

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah kasus kusta yang terdeteksi belakangan ini tidak bisa langsung dimaknai sebagai kegagalan program. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan keberhasilan edukasi yang mendorong penderita berani melapor.

“Justru ini pertanda baik. Artinya, masyarakat mulai berani datang ke fasilitas kesehatan,” kata Budi.

Dukungan internasional juga disampaikan WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa. Ia optimistis Indonesia mampu mencapai target eliminasi kusta berkat komitmen kuat pemerintah dan kolaborasi lintas sektor.

“Saya percaya Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengeliminasi kusta,” ujar Sasakawa.

Sementara itu, Samsul, penyintas kusta sejak 1999, mengisahkan bagaimana stigma pernah membuatnya dikucilkan dari lingkungan sosial. Menurutnya, ketakutan masyarakat muncul karena kurangnya pemahaman.

“Teman-teman sempat menjauh karena mengira kusta itu berbahaya. Tapi setelah saya jelaskan dan mereka melihat saya sehat, mereka kembali menerima saya,” ujar Samsul.

Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang sederhana dan mudah dipahami, terutama kepada guru dan masyarakat umum, agar kusta tidak lagi dipersepsikan sebagai penyakit menakutkan.

“Kalau informasinya benar dan sampai ke masyarakat, stigma itu bisa dihapus,” tuturnya.*

Pos terkait