Momen Hangat di Downing Street, Presiden Prabowo ‘Disambut’ Larry the Cat

Selain disambut langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prabowo juga bertemu dengan “penghuni tetap” Downing Street yang legendaris, Larry the Cat.(Dok.Setpres).**

SATUMEDIA.ID – Kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kantor Perdana Menteri Inggris, Downing Street, London diwarnai momen unik dan penuh kehangatan, Selasa (20/1/2026).

Selain disambut langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prabowo juga bertemu dengan “penghuni tetap” Downing Street yang legendaris, Larry the Cat.

Larry merupakan kucing domestik yang menjabat sebagai Chief Mouser to the Cabinet Office sejak 2011. Ia pertama kali diadopsi oleh staf Kantor Perdana Menteri untuk keluarga PM Inggris saat itu, David Cameron. Sejak saat itu, Larry menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas di Downing Street.

Menariknya, meski pergantian perdana menteri terus terjadi, Larry tetap bertahan. Pada 2016, di akhir masa jabatan David Cameron, ditegaskan bahwa Larry berstatus sebagai “pegawai negeri sipil” sehingga tidak ikut berganti bersama kepala pemerintahan.

Kehadiran Larry turut mencairkan suasana pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer. Momen tersebut bahkan menjadi bahan candaan saat Presiden Prabowo menghadiri forum diskusi dengan sejumlah pimpinan universitas terkemuka di Inggris.

UK Government International Education Champion, Sir Steve Smith, sempat menyinggung pertemuan tak terduga itu.
“Sepertinya mereka mengira Anda akan membawa kucing Anda, Bobby. Tapi saya rasa Anda baru saja bertemu dengan Larry,” ujarnya.

Presiden Prabowo pun merespons dengan santai dan disambut tawa para peserta forum.
“Saya lihat dia, tapi dia tidak begitu melihat saya,” kata Prabowo berseloroh dikutip dari laman setpres, Rabu (21/1/2026).

Kehadiran Larry the Cat memberi warna tersendiri dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Inggris. Momen ringan tersebut menjadi simbol kehangatan dan keakraban, sekaligus menunjukkan bahwa diplomasi tak selalu berlangsung kaku, tetapi juga bisa dibalut sentuhan humanis yang mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Inggris.*

Pos terkait